Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto: Merdeka.com
Dream - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menindaklanjuti polemik pesantren Al Zaytun, dengan membentuk tim khusus. Nantinya tim akan bertugas mengumpulkan fakta sekaligus berdialog dengan pengurus Al Zaytun.
Tim tersebut bertugas menggelar investigasi selama 7 hari dan akan mulai bekerja pada hari ini (Selasa, 20 Juni 2023).
“ Akan ditindaklanjuti dengan menugaskan Tim Investigasi dari Pemprov Jawa Barat, untuk bertugas selama 7 hari untuk mencari fakta dan tabayun kepada pihak pengelola pesantren. Tim mulai bekerja besok Selasa 20 Juni 2023,” ungkap Gubernur Jawa Barat melalui keterangan postingannya Instagram @ridwankamil Senin, 19 Juni 2023.
Ia meminta agar pihak Ponpes Al Zaytun bisa bekerjasama dengan menjawab pertanyaan tim investigasi dengan sebenar-benarnya. Apabila tidak kooperatif maka ada konsekuensi yang akan diberikan.
“ Saya meminta pihak Pesantren Al Zaytun untuk kooperatif dan memberikan jawaban seluas-luasnya. Jika tidak kooperatif maka akan ada konsekuensi hukum dan administrasi terkait eksistensi lembaga pendidikan dibawah binaan Kementerian Agama,” tambahnya.
Ia menuliskan bahwa pihaknya akan berusaha seadil-adilnya dalam proses mengumpulkan fakta terkait Ponpes Al Zaytun ini.
“ Semua langkah ini adalah seadil-adilnya proses yang kami akan lakukan, mengingat ada 5000-an siswa yang akan terdampak oleh setiap keputusan hukum yang menyertai proses ini,” ujarnya.
Melansir Merdeka.com, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa tim yang ia bentuk itu akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak di Jawa Barat.
" Tim saya hari ini sedang berkoordinasi, sudah gabung saja, bahwa di dalamnya ada tim Pemprov Jabar, MUI pusat, kan tim Pemprov Jabar itu stakeholder, gak cuma urusan fiqihnya, ada polisinya, ada kejaksaan, ada Kemenag, ada aparat dan sebagainya," ucap Ridwan Kamil.
Sebelum membuat tim, pria yang akrab disapa Kang Emil ini telah melakukan sejumlah upaya membuka dialog namun belum berhasil.
" Kan ada upaya upaya dulu, tidak bisa asal viral di media sosial langsung main keputusan. Lebih baik ada waktu yang memadai daripada buru-buru, terus salah, digugat lagi ke PTUN, negara kalah karena buru-buru ambil keputusan. Kami tidak mau melakukan keputusan secara emosional, tanpa ada tabayyun atau verifikasi dulu," jelas dia.
" Jadi itu ya kesimpulannya. Kami merespons dengan cara yang terukur, memadai, adil, beri waktu dulu unjuk bekerja selama 7 hari," pungkasnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan