Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ridwan Kamil
Dream - Kecerdasan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tidak diragukan lagi. Ia merupakan lulusan S1 Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Lalu, ia mendapat beasiswa S2 Master of Urban Design di University of Californa, Berkeley dan mendapat gelar Doktor Honoris Causa di Dong-a University 3 tahun lalu.
Baru-baru ini, ia menunjukkan kebolehannya dalam melakukan perhitungan dasar. Gubernur yang mulai menjabat pada 5 September 2018 itu berlomba dengan dua anak kecil asal Cina dan Jepang dalam melakukan perkalian.
Kang Emil, sapaan akrabnya, membuat perbandingan. Cara menghitung Jepang, China dan Indonesia. Hasilnya, ternyata cara menghitung perkalian ala Indonesia yang paling cepat. Berikut videonya.
View this post on Instagram
" INDONESIA WINS. Kotret-mengkotret matematika. *siapa di sini geng kalkulator hape," tulisnya.
Ayah 3 anak ini ternyata yang paling cepat mendapatkan hasil perhitungan 31 dikali 12 menggunakan cara berhitung khas guru-guru di Indonesia. Melihat video tersebut, warganet pun memuji kecepatannya dalam berhitung.
" Kotreeeettttt juarana," ujar Rossa.
" Cara old yg masih dipake sampe sekrang," kata @nhalisa10.
" Cepetan indonesiaa, Fix bapak pinter," komentar @ghinafyh29. (mut)
Dream - Gubernur Jawa Barat memang dikenal gemar berolahraga. Mulai dari sepeda, bulu tangkis, maupun tenis meja.
Tetapi, ada momen sangat keren dilakukan oleh Ridwan. Momen tersebut yaitu bermain tenis meja atau pingpong dengan sang ibu, Tjutju Sukaesih.
Ridwan membagikan momen tersebut di Instagram. Dalam video yang diunggah, terlihat Ridwan bersama Tjutju sedang asyik bermain pingpong.
" Ibunda saya, 82 tahun, masih bisa nyemesh pingpong," ujar Ridwan.
Menurut Ridwan, tenis meja merupakan olahraga kegemaran sang ibu saat masih muda. Tjutju, kata Ridwan, sering main pingpong ketika masih menjadi mahasiswi di Institut Teknologi Bandung.
" Hobi yang dahulu jaman mahasiswa di ITB di tahun 60-an menjadi kesukaannya," kata dia.
Ridwan pun mengajak kaum muda untuk rutin olahraga. Terutama untuk kaum muda yang hobi rebahan.
" Semoga yang muda yang rebahan termotivasi untuk terus olahraga," kata dia.
Komentar warganet pun bermunculan. Komentar mereka pun kocak.
" Mending rebahan dong pak kita mendukung program pemerintah kan, jauh dari kerumunan," tulis warganet.
" Sehat selalu kang dan ibunda tercinta aamiin. bismillah jodoh nyangkut di komen," tulis warganet.
" Dulu sering gini juga, kang.. malem sama temen" juga sparing sama bapak" , tapi anak" sekarang pada hobi tiktok + game, mungkin bosen juga.. sedih," tulis warganet.
" Pak gubernuar aku d sosa sumut, ibuku sakit struk, bpk aku sdh innalillh d jkt waktu aku kuliah smstr akhir, aku mau nikah pak sm kwn aku org bdg2," tulis warganet.
View this post on Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?