Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Penyebab Tewasnya Rini yang Jatuh ke Jurang Bareng Suami Orang

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 22 Oktober 2018 16:16
Penyebab Tewasnya Rini yang Jatuh ke Jurang Bareng Suami Orang
Dia menghembuskan napas terakhir sepekan usai kecelakaan.

Dream - Rini Puspitawati, 26 tahun, akhirnya meninggal usai menjalani perawatan intensif akibat terjun ke jurang 200 meter dengan suami orang, Ragil Supriyanto pada Sabtu, 13 Oktober 2018.

Dia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu pekan lalu, 20 Oktober 2018, tepat sepekan usai kecelakaan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Dr Soedono Kota Madiun, dr Sjaiful, mengatakan Rini mengalami mati batang otak. " Ada pendarahan di otak," ujar Sjaiful, dikutip dari Jatimnow.

Sjaiful menjelaskan mati batang otak adalah kondisi berhentinya seluruh fungsi otak secara ireversibel, hilangnya kesadaran secara ireversibel.

Tak cuma itu, batang otak juga mengakibatkan hilangnya sensor batang otak dan fungsi pernapasan pusa secara ireversibel, atau terhentinya aliran darah secara ireversibel.

Menurut Sjaiful, kondisi Rini sudah parah ketika dirujuk ke RSUD dr Soedono. Sempat diambil tindakan oleh tim dokter, namun hanya untuk mengambil cairan yang masuk ke paru-paru.

 

1 dari 4 halaman

Kondisi Rini Sangat Parah

Sjaiful mengatakan cairan perlu diambil agar paru-paru dapat mengembang. Dia menyatakan tim dokter tidak menjalankan operasi terhadap Rini.

" Kondisi sangat buruk karena membutuhkan alat bantu ventilator (alat bantu pernafasan). Jadi, bukan dioperasi, hanya tindakan membantu supaya kalau ada darah atau cairan di paru-paru, supaya paru-parunya dapat berkembang," kata dia.

Lebih lanjut, Sjaiful mengatakan Rini sudah tidak sadarkan diri sejak tiba di RSUD Kota Madiun. Wanita cantik yang berprofesi sebagai pemandu lagu tersebut mengalami multiple organ failure yang diduga akibat benturan keras saat kecelaan.

Sebelumnya, Rini ditemukan terjepit antara bangku dengan setir mobil CRV putih yang masuk ke jurang sedalam 200 meter di Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Warga Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi itu mengalami kondisi kritis.

(ism, Sumber: Jatimnow.)

2 dari 4 halaman

Doa Istri Sebelum Mobil Suami Terjun ke Jurang Bersama Wanita Lain

Dream - Kecelakaan mobil yang terjadi di Sarangan, Magetan, Jawa Timur, akhir pekan lalu menyedot perhatian publik. Kecelakaan itu menewaskan RS (34 tahun). Sementara, teman wanitanya, RP (26 tahun) kritis.

Keduanya merupakan penumpang mobil CRV putih dengan pelat nomor T 1201 EJ yang terbang dan jatuh ke jurang setinggi 200 meter. Muncul dugaan keduanya adalah pasangan selingkuh.

Kabar perselingkuhan tersebut ternyata sudah diketahui istri RS, TH. Menurut kakak TH, Lina, adiknya sudah mengetahui perselingkuhan tersebut.

TH pun sempat mengira suaminya telah insaf. Rupanya, TH baru tahu suaminya selingkuh lagi setelah menemukan tiket masuk tempat wisata sekaligus bukti pembayaran hotel.

" Sehari sebelum kecelakaan, TH cerita bahwa suaminya selingkuh dengan PL karena menemukan tiket Mojosemi Park dan bukti pembayaran hotel Mojosemi," ujar Lina, dikutip dari Pojoksatu.id, Rabu 17 Oktober 2018.

3 dari 4 halaman

Penuturan Sang Istri

Lina mengatakan, TH sempat marah namun tetap berusaha tegar. TH pun sempat mendoakan keselamatan sang suami.

" Kata adik saya, biar suami saya selingkuh, asal tidak ditinggal mati. Tapi kok kejadiannya seperti ini," terang Lina.

Saat ini, RP menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Magetan akibat kondisinya yang kritis. Pihak rumah sakit memberikan rujukan agar Rini dibawa ke RSUD Kota Madiun.

Tetapi, RP belum juga dipindah lantaran kondisi fisik wanita yang berprofesi sebagai model dan pemandu lagu itu tidak memungkinkan. RP mengalami pendarahan otak.

Sempat tersiar kabar RP telah meninggal namun dibantah oleh pihak keluarga. " Rindu (sapaan akrab RP) masih bernafas, hanya kondisinya belum stabil," kata kakak ipar RP, Sumarno.

4 dari 4 halaman

Sebab Kecelakaan Belum Diketahui

Kanit Lantas Polsek Plaosan, Ipda Akhmad Suryani, belum dapat memberikan keterangan pasti mengenai kronologis tewasnya RS. Berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah saksi, dia menduga ada upaya menyelamatkan diri ketika mobil terbentur pagar pembatas atau guardrail.

Tetapi, langkah tersebut terlambat. Sehingga RP ikut masuk ke dalam jurang. " Atau bisa juga terlempar akibat proses benturan kendaraan dengan permukaan tanah," kata Akhmad.

Selain itu, dia juga menduga kecelakaan terjadi akibat faktor human error. Bisa karena pengemudi tidak cukup cakap, tidak bisa membedakan antara pedal rem dan gas, atau tidak menguasai medan.

Terkait dugaan rem tidak berfungsi, Akhmad menampik hal tersebut. Sebab, kata dia, CRV termasuk mobil yang didesain dengan piranti mengemudi cukup memadai.

" Pastinya masih penyelidikan yang dibantu Unit Laka (Satlantas Polres Magetan)," kata dia.

Sumber: Pojoksatu.id

Beri Komentar