Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Prabowo Subianto (Kapanlagi.com)
Dream – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, tampak kikuk saat menghadapi argumentasi yang disampaikan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo.
Dalam tanya jawab terbuka itu, Jokowi menyindir keterlibatan koruptor yang diajukan Partai Gerindra sebagai calon legistalif. Sementara, pencalonan mereka ditandatangani oleh Prabowo.
Jokowi menyampaikan data Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai enam anggota Gerindra yang diajukan sebagai calon legislatif. Tetapi, Prabowo menjawab pertanyaan itu sebagai pendapat subyektif.
" Itu mungkin ICW tapi saya sendiri belum dapat. Saya kira subyektif. Kalau ada bukti saya kira bisa dilaporkan," ujar Prabowo saat debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019.
Jokowi kemudian menjelaskan kembali bahwa yang dia maksud yaitu mantan terpidana korupsi atau napi korupsi. Jokowi tak meneruskan argumentasi dan waktu terus berjalan.
Tiba-tiba Prabowo hendak memotong. " Pak? Eh belum boleh jawab ya?" kata Prabowo.
Gelak tawa pun muncul. Sandiaga pun muncul dan memijit bahu Prabowo. Dia seolah ingat salah satu aturan dalam debat yaitu tak diizinkan memotong argumen lawan saat berdebat.
" Jadi saya ndak menuduh partai Anda korupsi," ujar Jokowi.
Menanggapi pernyataan itu, Prabowo akan mempelajari kembali calon legislatif yang pernah menjadi mantan napi korupsi.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?