7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Masjid (Foto: Unsplash.com)
Dream - Saat Ramadan, azan Maghrib memang dinanti banyak orang yang sedang berpuasa. Sebab, azan Magrib menandai waktu untuk berbuka puasa.
Sehingga tidak heran banyak orang, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan, yang menonton televisi maupun mendengarkan radio untuk mendengar azan Magrib sebagai informasi waktu berbuka puasa.
Karena itulah tanggung jawab kru yang bertugas memutar azan Maghrib di TV maupun radio tidaklah ringan. Sebab, bila tidak tepat waktu, bisa jadi banyak orang yang berbuka sebelum waktunya.
Seperti terjadi di Malaysia. Seorang penyiar radio di wilayah Tawau, Malaysia, salah waktu memutar azan Maghrib. Penyiar bernama Mohd Safwan Junit itu memutar azan Maghrib empat menit sebelum waktunya.
Melalui akun Facebooknya, Mohd Safwan Junit mengatakan bahwa kesalahan teknis itu membuat azan Maghrib disiarkan dua kali, pada pukul 18.16 dan 18.20 pada Minggu 3 April 2022.
" Saya selaku presenter yang bertugas malam ini untuk segmen Syoknya Hujung Minggu bertanggung jawab atas kesalahan teknis saat azan Maghrib disiarkan dua kali, yang pertama pukul 18.16 dan yang kedua pukul 18.20," kata Sofwan, dikutip dari malaymail.com, Selasa 5 April 2022.
" Azan seharusnya dikumandangkan pada pukul 18.20 dan ketika itu dimainkan dan didengar jauh lebih awal, beberapa warga Tawau secara tidak sengaja membatalkan puasa sebelum waktunya," tambah dia.

Dia menegaskan insiden ini sepenuhnya adalah kesalahan teknis darinya. Secara pribadi, Safwan meminta maaf kepada warga Tawau yang terlanjur batal puasa karena mendengar adzan Maghrib yang sebenarnya salah.
“ Kesalahan ini adalah kesalahan diri saya sendiri, bukan RTM Tawau atau Tawau FM (tempatnya bekerja),” kata Safwan yang juga meminta permohonan maafnya ini disebarluaskan ke yang lain.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?