Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Universitas Malahayati
Kesuksesan meraih prestasi bisa menjadi motivasi positif yang melecut semangat untuk tak pernah berhenti belajar. Seperti cerita inspiratif yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yang berhasil mengukir prestasi membanggakan. Dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) yang berlangsung pada November 2020 lalu, mahasiswanya berhasil masuk dalam jajaran lulusan terbaik.
“Kami sangat bangga dengan prestasi tersebut,” kata Dr Achmad Farich, Rektor Universitas Malahayati, pada Minggu 27 Desember 2020.
Ia menambahkan bahwa hasil tersebut menunjukkan keberhasilan proses pendidikan profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Harapannya, prestasi seperti itu terus berlangsung. “Ini menjadi pemicu semangat bagi kampus, juga untuk seluruh program studi lainnya. Apalagi fakultas kedokteran sudah beberapa kali mengukit prestasi.” Ungkap Farich.
Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, dr. Toni Prasetya, Sp PD FINASIM, prestasi ini juga bisa melecut semangat mahasiswa lainnya.
“Suatu kebanggaan buat kita bila melihat anak-anak didik kita berhasil meraih prestasi terbaiknya, apalagi ditingkat ujian nasional. Mahasiswa lain dapat menjadikan prestasi temannya sebagai motivasi belajar yang lebih giat lagi, siapkan yang terbaik yang bisa kita kerjakan,” katanya.
I Made Gede Dwi Iswara, salah satu mahasiswa berprestasi asal Bali yang menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Malahayati tersebut mengungkapkan bahwa rahasia kesuksesannya adalah kemauan yang kuat untuk terus belajar.
“ Harus memiliki tekat yang kuat untuk belajar. Selain belajar mandiri, saya juga ikut bimbingan belajar persiapan UKMPPD. Saya terus belajar dan berlatih,” katanya pada Minggu 27 Desember 2020.
Hal ini membuat putra Bali tersebut meraih prestasi peringkat terbaik pertama di Universitas Malahayati dan mendapatkan peringkat ke-4 nasional yang bersanding dengan universitas negeri bergengsi lainnya seperti Universitas Padjajaran dan Universitas Diponegoro.
“ Saya bangga dapat mendapatkan pendidikan kedokteran saya di Universitas Malahayati. Menurut saya FK Malahayati memiliki pengajar sangat kompeten serta fasilitas yang sangat memadai untuk kompetensi kedokteran,” katanya.
Dwi juga mengungkapkan jika proses menjalankan pendidikan dan belajar dilakukan bukan karena terpaksa, melainkan disebabkan karena kebutuhannya atas profesinya sebagai dokter.
“ Saya menjadikannya sebagai kebutuhan, karena kelak kita telah menjadi dokter kita akan menghadapi pasien nyata dan di sanalah kompetensi sebagai dokter yang berguna dalam penanganan pasien. Terus banggakan orang tua, jaga terus kehormatan almamater kebanggaan kita,” katanya.
Soal mengukir prestasi di tingkat nasional, ini bukanlah kali pertama Universitas Malahayati mendapatkannya. Pada Mei 2019 lalu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati juga berhasil masuk jajaran terbaik tingkat nasional dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Computer Based Test (CBT) Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang meraih nilai 91, yaitu Ade Rahardian. Ada juga Putri Julianti, dokter lulusan Universitas Malahayati yang menjadi terbaik dalam Diksar Dokter Perwira Akmil di Magelang pada Agustus 2019 lalu.
Kesuksesan para mahasiswanya dalam meraih prestasi tingkat nasional tentu saja tidak lepas dari tenaga pendidik profesional dan berbagai fasilitas di Fakultas Kedokteran yang terbilang lengkap. Kampus ini memiliki Laboratorium Kesehatan Terpadu seperti laboratorium dasar, biomolekular, hingga laboratorium Computer Basic Training. Fasilitas ini juga semakin diperkuat dengan Perpustakaan Universitas Malahayati yang memiliki 35 ribu koleksi buku, lengkap dengan internet.
Ada juga Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin yang mendapatkan predikat level Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Rumah sakit ini sudah berdiri sejak 2006 dan menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang proses belajar mengajar para mahasiswa. Menariknya kagi, ada fasilitas Green Dormitory yang menjadi tempat tinggal seluruh mahasiswa kedokteran.
" Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menimba ilmu di universitas kebanggaan ini. Saya dapat meraih banyak ilmu dari para dosen dan staf pengajar yang membimbing dengan ikhlas dan sabar," kata Ade yang dihubungi secara terpisah.
Berbagai prestasi yang diraih oleh Universitas Malahayati membuat kampus yang satu ini menarik perhatian salah satu universitas dari Negeri Jiran, yaitu Universitas Putra Malaysia (UPM). Keduanya saling menjalin kerja sama, yaitu setiap tahunnya UPM mengirimkan 18 mahasiswa keperawatan untuk belajar di Universitas Malahayati.
Fakultas Kedokteran di Universitas Malahayati termasuk yang tertua di Lampung. Bahkan hingga saat ini, hanya ada dua Fakultas Kedokteran di Provinsi Lampung. Selain di Universitas Malahayati, fakultas kedokteran lainnya ada di salah satu universitas negeri di Lampung.
Sementara di Indonesia, hanya ada 74 Fakultas Kedokteran di berbagai universitas. Setengah dari jumlah itu berada di Pulau Jawa. Bahkan, Fakultas Kedokteran termasuk program pendidikan pertama ketika Universitas Malahayati didirikan pada 1993.
Kampus ini menempati areal 84 hektare di kawasan Kemiling, Bandar Lampung. Sembilan gedung terpadu kampus didirikan dalam areal tiga hektare di dalamnya. Kekuatan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Kekuatan Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati lainnya berada pada kiprah alumninya.
Hingga kini Universitas Malahayati belum pernah menerima komplain dari masyarakat menyangkut pelayanan kesehatan yang ditangani anak didiknya. Alumni Fakultas Kedokteran terserap dengan baik. Beberapa di antaranya sudah mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pimpinan. Selain itu, dukungan persatuan alumni juga sangat memperhatikan para mahasiswa lulusan Universitas Malahayati.
Pernyataan ini sendiri disampaikan oleh Dokter Kriscandra Satria yang saat ini adalah anggota Tim Kedokteran Kepresidenan, dan dokter spesialis bedah saraf, Muhammad Yunus. Pernyataan tersebut tertulis dalam buku Rusli Bintang & Universitas Malahayati, Jejak Sang Yatim Penakluk Badai.
Berikut ini Fakultas dan Prodi di Universitas Malahayati:
1. Fakultas Kedokteran
• Program Studi Kedokteran Umum
• Program Studi Ilmu Keperawatan (S1)
• Program D3 Kebidanan
• Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik
• Program Studi Farmasi (S1)
• Program Studi Psikologi (S1)
2. Fakultas Kesehatan Masyarakat
• Program Studi Kesehatan Masyarakat
3. Fakultas Ekonomi
• Program Studi Ekonomi Akuntansi
• Program Studi Ekonomi Manajemen
4. Fakultas Teknik
• Program Studi Teknik Sipil
• Program Studi Teknik Mesin
• Program Studi Teknik Industri
• Program Studi Teknik Lingkungan
5. Fakultas Hukum
6. Program Pascasarjana
• Magister Kesehatan Masyarakat
7. Akademi Farmasi & Analisis Makanan
• Program Studi Diploma III Farmasi dan Makanan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya