Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Penonton Jepang Yang Sedang Memunguti Sampah (Foto: Twitter/MuhammadSmiry)
Dream - Jepang terkenal dengan budaya kebersihannya. Bukan rahasia umum lagi, warga Negeri Sakura itu juga peka terhadap sampah yang mengganggu.
Seperti yang terlihat dari seorang pria asal Jepang yang memunguti sampah di Stadion Al Bayt usai pertandingan Qatar melawan Ekuador, dalam laga pembuka Piala Dunia 2022 pada Minggu, 20 November 2022.
Bahkan dalam pertandingan yang bukan dari negaranya sendiri. Dia tak langsung beranjak pulang. Atas inisiatifnya sendiri dia membersihkan sampah-sampah yang ada di stadion.
Ketika seseorang bertanya pada pria Jepang itu, kenapa dia rela membersihkan stadion? Katanya, orang Jepang tidak pernah meninggalkan sampah.
" Fans Jepang memutuskan untuk membersihkan stadion. Itu bahkan bukan pertandingan mereka! Ketika saya bertanya kepadanya, 'Mengapa kamu membersihkan sesuatu yang tidak berhubungan denganmu?” tulis seorang warganet Twitter yang menemui pria Jepang ini.
“ Jawabannya adalah, 'Orang Jepang tidak pernah meninggalkan sampah di belakang kami. Kami menghormati tempat itu' ," lanjutnya.
Dikutip dari Daily Star, aksi pria ini juga mengingatkan peristiwa pada Piala Dunia 2018 saat Jepang gugur melawan Belgia.
Penggemar Jepang tetap tinggal di stadion usai peluit pertandingan dibunyikan. Mereka membersihkan stadion.
Wartawan yang berbasis di Jepang Scott McIntyre mengatakan kepada BBC, " Ini bukan hanya bagian dari budaya sepak bola tetapi bagian dari budaya Jepang,” katanya.
Menurut Scott, masyarakat Jepang akan memastikan semuanya benar-benar bersih termasuk pertandingan sepak bola.

" Anda sering mendengar orang mengatakan bahwa sepak bola adalah cerminan dari budaya. Aspek penting dari masyarakat Jepang adalah memastikan semuanya benar-benar bersih dan itu berlaku di semua acara olahraga dan tentunya juga di sepak bola," lanjutnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam