Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Newsweek
Dream - Pancho dan Lefty, ular unik yang memiliki dua kepala dan dua otak dalam satu tubuh kembali dipajang di Kebun Binatang Cameron Park, Texas, Amerika Serikat. Ular tersebut ditemukan oleh salah satu keluarga di Waco di halaman belakang rumahnya pada 2016.
Kondisinya disebut polikefali, yaitu pembelahan tidak lengkap satu embrio atau penggabungan tidak sempurna dua embrio terpisah yang umumnya terjadi pada reptil.
Menurut juru bicara Kebun Binatang Cameron Park yang diwawancarai oleh Newsweek, ular tersebut merupakan spesies langka meskipun ular tikus umum di daerah tengah dan tenggara Amerika Serikat.

Terlebih lagi, hewan langka itu bisa bertahan hidup lebih lama. Sebab, mereka sering memiliki masalah mobilitas dan kesulitan menangkap mangsa atau melarikan diri dari pemangsa yang membuat hidup sulit di alam liar.
Juru bicara menyebut, masing-masing kepala ular sering memberikan tuntutan tubuh yang saling bertentangan. Sehingga gerakannya bisa sporadis dan tidak terkoordinasi.
Karena itu, ular langka ini kesulitan bertahan karena perbedaan karakteristik yang menghambat pergerakan berburu.

Ia juga menyebut, ular berkepala kanan cenderung dominan dalam makanan dan gerakan, sementara yang berkepala kiri lebih mengikuti.
Pada Februari 2021, Pancho dan Lefty diambil untuk diberi perawatan. Tim dokter hewan juga merawat luka pada lehernya hingga sembuh. Setelah pemulihan, mereka akan kembali ditempatkan di akuarium air tawar.
" Tim dokter hewan dan reptil kami bekerja keras untuk menjaga agar lukanya tetap terbalut dan bersih. Butuh waktu hingga Juni tahun lalu untuk menyembuhkan lukanya sepenuhnya." kata juru bicara itu, dikutip dari Newsweek.
Menurutnya, ular langka itu kini telah makan dengan baik dan lukanya telah tertutup sepenuhnya selama setahun. Pihaknya mengaku sangat senang untuk mengembalikannya ke gedung akuarium air tawar.
Staf di kebun binatang juga berharap tempat tinggal ular itu dapat memberikan perlindungan agar ular merasa aman dan mencegah cedera leher yang mungkin akan terjadi lagi.
" Kami sangat senang dengan dukungan yang kami dapat dari komunitas di kebun binatang dan juga dukungan terhadap ular ini," ujar staf di kebun binatang.
Laporan: Amanda Syavira
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya