Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Seorang Penumpang Lion Air JT610 Bertanya Sesuatu Sebelum Terbang. (Foto: Arie Basuki/KLY)
Dream – Arif Yustian merupakan salah seorang penumpang Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Arif bertolak ke Bangka Belitung untuk keperluan pekerjaan,
Dilansir dari Planet Merdeka, Kamis 1 November 2018, Arif sempat bertanya kepada teman-temannya sebelum naik pesawat. Rekan satu kosan Arif Yustian, Sakiful, menceritakan saat pagi sebelum pemuda 20 tahun itu berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten pada Senin 29 Oktober 2018.
Sakiful bercerita, Arif Yustian sempat pamit sebelum menaiki Lion Air JT610. Tak hanya pamit, Arid juga bertanya tentang larangan di pesawat. Misalnya, aturan penggunaan sandal.
" Tadi pagi juga dia sempet bangunin, pamit. Karena dia baru pertama kali, dia nanya boleh pakai sandal atau enggak. Nanti di sana boleh bawa cairan atau enggak. Gitu aja. Gak nyangka," kata Sakiful kepada wartawan, di Jakarta.
Arif Yustian ini adalah warga Kampung Kelapa, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia ke Bangka Belitung karena ditugaskan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Di PT Sky Pasifi Laboratorium Indonesia, Arif Yustian menempati posisi petugas sampling.
Arif Yustian naik Lion Air JT610 bersama dua rekan lainnya. Ia juga tercatat sebagai alumni dari Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO).
Ibu Arif, Yenti Sulastri, syok ketika wartawan mendatangi rumahnya. Dia terlihat melamun dengan mata berkaca-kaca. Yenti dan suami, Sarioso, hanya bisa pasrah menunggu kabar dari perusahaan tempat Arif bekerja.
“ Kami juga nggak tahu. Nunggu kabarnya. Kan, yang ngurusin dari perusahaannya,” kata Sarioso.
Ayah Arif mengatakan putranya sempat menelepon dan memngabari akan pulang ke rumah. Selama ini, Arif tinggal di rumah kos daerah Ciheuleut, Bogor, Jawa Barat.
" Ngebel (telepon) saya, bilangnya mau pulang katanya ke rumah dulu karena mau berangkat ke Bangka," kata dia.
Namun rencana pulang ke Bogor dibatalkan Arif. Hujan deras menghalangi niat Airf bertandang ke rumah orang tua.
" Pas mau pulang, nggak jadi karena hujannya gede,” kata Sarioso.
Jelang keberangkatan, Sarioso mengatakan putranya sempat menelepon sambil bersiap-siap berangkat ke Bangka. Kala itu Sarioso tak merasa firasat apapun kala Arif naik pesawat Lion Air JT610 itu.
" Dia pamit doang (Melalu sambungan telepon). Katanya nitip salam aja mau minta doa biar selamat di jalan. Abang (Arif) gak bisa pulang karena di Bogor hujannya deras, gitu aja dia bilang," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam