Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Samsul Huda, Dedikasi Mahasiswa Magelang Untuk Kemaslahatan Umat (Kemenag)
Dream - Usianya masih teramat muda, 24 tahun. Tetapi, bagi Samsul Huda, muda usia bukan kendala untuk mengabdi demi mewujudkan kemaslahatan umat.
Huda tercatat sebagai mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang dan warga asli Desa Karangtalun, Kecamatan Secang, Magelang, Jawa Tengah. Dalam beberapa bulan terakhir, dia mengambil cuti kuliah lantaran terkendala biaya.
Selama cuti, Huda mengabdikan diri mengajar Alquran untuk anak-anak di Masjid Al Muttaqin, masjid besar di desanya. Sebentuk tanggung jawab untuk generasi mendatang
Huda mengatakan Masjid Al Muttaqin sudah menjadi bagian dari kisah hidupnya. Sedari kecil, Huda belajar membaca Alquran di masjid tersebut.
" Saya sejak kecil belajar ngaji dengan para ustaz di kampung sini. Tongkat estafet berganti, kini giliran saya yang mengajar mengaji anak-anak Desa Karangtalun, Secang, di Masjid Al Muttaqin," ujar Huda.
Bagi Huda, mengajar anak-anak dalam membaca Alquran merupakan tanggung jawab. Dia berharap generasi selanjutnya dapat membaca dan memahami Alquran dengan baik dan benar.
" Saya hanya mengajarkan apa yang saya bisa, yang pernah saya pelajari dari guru-guru saya di kampung ini," kata Huda.
Yang lebih membanggakan, dia terlibat langsung dalam pembangunan tempat wudhu masjid tersebut. Fasilitas tersebut dibangun atas dana bantuan dari Kementerian Agama.
Nilainya hanya Rp50 juta, tapi kualitas bangunannya sangat bagus melebihi banyaknya bantuan yang diterima. Huda pun turut menjadi kuli atas pembangunan tempat wudhu itu.
Dia ingin turut beramal melalui tenaga. Bahkan, Huda tidak mau dibayar meski pembangunan berjalan hampir satu tahun lamanya.
" Mungkin saya tidak punya banyak harta untuk disedekahkan, karenanya saya ingin berkontribusi melalui tenaga sebagai kuli bangunan," kata dia.
Keikhlasan Huda menjadi inspirasi bagi warga sekitar, terutama pengurus masjid. Takmir Masjid Al Muttaqin, Rofi'i, mengaku bangga atas kiprah Huda, berdedikasi tinggi meski usia masih sangat muda.
" Dia istiqamah mengajar, bahkan selama satu tahu penuh membantu pembangunan masjid, dia tidak mau dibayar. Padahal, cuti kuliah juga karena terkendala biaya tapi ikhlas banget orangnya," ucap Rofi'i.
Atas dedikasinya terhadap kemaslahatan umat, Huda mendapatkan apresiasi dari Kemenag. Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi saat kunjungan ke Secang pada Sabtu pekan lalu, 5 September 2020.
Sumber: Kemenag
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya