Pilu, Warga Gaza Sambut Ramadan di Tengah Serangan Ratusan Rudal

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 6 Mei 2019 15:50
Pilu, Warga Gaza Sambut Ramadan di Tengah Serangan Ratusan Rudal
28 orang tewas karena aksi saling serang Militan Palestina dan Israel. Kedua akhirnya sepakat gencatan senjata di awal Ramadan.

Dream - Palestina menyampaikan genjata atas serangan besar-besaran yang terjadi di Gaza. Kesepakatan ini muncul setelah serangan balasan Israel menyebabkan 24 warga Palestina meninggal.

" Genjatan senjata akan dimulai sejak Senin 04.30," kata pejabat Palestina, dilaporkan dari Al Jazeera.

Stasiun televisi milik Hamas, juga telah mengonfirmasi bahwa kesepakatan genjatan senjata ini telah dicapai. Meski dimikian, Israel tidak mengonfirmasi genjatan senjata itu.

Militer Israel menyebut ada lebih dari 600 roket dan proyektil, sebanyak 150 roket dicegat oleh sistem anti-rudal Iron Dome milik Israel, mengarah ke kota-kota dan desa-desa Israel Selatan sejak Jumat.

Total, sebanyak 320 wilayah di Israel di menjadi menjadi sasaran roket.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut, telah memerintahkan `serangan besar-besaran` di Jalur Gaza setelah eskalasi selama dua hari.

Pesawat-pesawat tempur dan kapal perang Israel menargetkan Jalur Gaza pada Minggu. Serangan itu mengakibatkan seorang komandan Hamas tewas.

Militer Isreal menyebut, suasana perang muncul karena dukungan Iran ke faksi-faksi bersenjata di Gaza.

 

1 dari 3 halaman

Jokowi Ajak Arab Saudi Bantu Memperjuangkan Palestina

Dream - Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi membahas sejumlah isu. Selain hadiah penambahan kuota haji 10 ribu jemaah, presiden juga menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al Jubeir yang salah satunya mengajak Arab Saudi memperjuangkan bangsa Palestina.

" Seperti diketahui bahwa masa depan Palestina menjadi lebih sulit dan menjadi kewajiban bagi Saudi Arabia dan Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama dan mendukung perjuangan bangsa Palestina," kata Menteri Luar Negeri, Reno Marsudi, dilaporkan , Senin, 15 April 2019.

Dalam pertemuan tersebut, Retno mengatakan, dibahas juga mengenai syiar Islam. Indonesia mengajak Arab Saudi mengembangkan syiar Islam yang toleran dalam upaya penanggulangan terorisme.

" Dalam pertemuan tersebut dibahas antara lain bagaimana kedua negara meningkatkan kerja sama bilateral. Dari pihak Saudi menekankan banyak posisi yang kurang lebih sama, yang selama ini dimiliki Indonesia dan Saudi Arabia di berbagai isu," ucap dia.

2 dari 3 halaman

Sederet Agenda Padat Jokowi ke Saudi di Waktu Singkat

Dream - Presiden Joko Widodo tiba di Riyadh, Arab Saudi untuk memenuhi undangan dari Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Bersama Ibu Negara Iriana, Jokowi mendarat di Bandara Internasional King Khalid Riyadh sekitar pukul 08.50 Waktu Arab Saudi atau 12.50 WIB.

Dikutip dari Liputan6.com, Minggu, 14 April 2019, Jokowi disambut Duta Besar Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dan Gubernur Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar Al Saud. Tidak ketinggalan Menteri Perdagangan dan Investasi Saudi, Majid bin Abdullah Al Qasabi.

Beberapa saat usai tiba di Bandara King Khalid, Jokowi menuju istana Raja. Di sana, Jokowi akan memenuhi undangan santap siang bersama dilanjutkan pertemuan dengan Raja Salman.

" Setelah bertemu dengan Raja Salman, pada petang hari nanti, Presiden akan bertemu dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Kepresidenan, Bey Mahmudin.

Usai bertemu dengan Pangeran Muhammad, Jokowi segera menuju Jeddah. Pada malam hari, Jokowi melaksanakan umroh di Mekah.

Sumber: Liputan6.com

3 dari 3 halaman

Palestina Desak PBB Terjunkan Tim Pengamat Tetap di Tepi Barat

Dream - Palestina mendesak PBB untuk tetap mengerahkan pasukan pengamat internasional permanen di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Permintaan itu disampaikan setelah Isral mengancam akan menangguhkan operasi pasukan pengamat di Hebron.

Pasukan pengamat sendiri sudah berada di wilayah konflik tersebut sejak 20 tahun terakhir. 

Pejabat Palestina, Saeb Erekat mengatakan PBB harus " menjamin keselamatan dan perlindungan rakyat Palestina" sampai " akhir pendudukan Israel" .

Dilaporkan Al Arabiya, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan memperpanjang mandat kehadiran Pasukan Sementara Internasional di Hebron (TIPH). Alasannya, Israel menganggap kehadiran pasukan tersebut malah berusaha melawan mereka. 

" Kami tidak akan membiarkan kelanjutan pasukan internasional yang bertindak melawan kami," ujar Kantor Perdana Menteri Israel.

TIPH telah mengerahkan pengamat sipil tak bersenjata sejak 1997.

Hebron ditinggali ratusan pemukim Yahudi garis keras yang dijaga oleh tentara tinggal. Sementara itu lebih dari 200.000 warga Palestina juga tinggal di kota itu.(Sah)

Beri Komentar