Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Segeralah periksa ke dokter bila merasa ada yang tak beres pada bagian tubuh Anda. Jangan dibiarkan berlarut, karena siapa tahu kondisi itu merupakan ancaman serius bagi kesehatan, bahkan nyawa Anda.
Bacalah kisah Jenie Yoo, gadis asal Thailand, berikut ini. Dia semula hanya merasa sakit gigi. Tapi ternyata, perempuan 28 tahun itu menderita penyakit serius, yang kemudian merenggut nyawanya pada Kamis 24 Agustus 2017.
Yoo ternyata divonis menderita kanker tulang. Penyakitnya itu baru diketahui kurang dari dua tahun yang lalu. Meski mendapat perawatan, tumor ganas yang menyerang tulang pipi sebelah kiri Yoo bertambah parah.
Wajahnya yang semula cantik telah berubah. Area pipi sebelah kiri Yoo mengalami pembengkakan yang luar biasa. Perempuan 28 tahun itu juga menderita mimisan dan giginya rontok.

Seperti dikutip AsiaOne dari CGTN, Yoo membagikan masalah penyakitnya itu di Facebook pada tahun lalu.
Namun, bukannya merasa iba dan memberikan dukungan, warganet justru mengejek Yoo setelah dia memposting foto kondisinya itu. Menurut warganet, foto penampakan wajah Yoo itu telah diubah secara digital.
Perundungan yang dialami Yoo baru berhenti dan tawaran bantuan mulai mengalir masuk setelah dia menjelaskan kondisinya dalam sebuah klip video.
© Dream
Dalam video, yang kemudian dihapus, itu Yoo berbicara mengenai kemajuan perawatan kanker tulang yang menyerangnya.
Karena kankernya semakin agresif, Yoo mengatakan bahwa tubuhnya mengalami rasa sakit yang sangat. Untuk itu orangtuanya berusaha meredakannya melalui pijatan.
Melalui posting tersebut, Yoo juga berterima kasih pada orang-orang yang telah merawatnya saat sakit.

Namun, pengobatan kemoterapi tidak berhasil mengatasi kondisi Yoo yang semakin memburuk pada bulan Juni lalu.
Yoo akhirnya meninggal dunia karena kanker dua bulan kemudian. Pada hari Minggu kemarin, keluarga dan teman-teman Yoo mengantarnya ke peristirahatan terakhirnya.
© Dream
Kisah tragis ini berawal ketika Yoo mengeluh dua giginya yang bagian depan terasa sakit. Dia kemudian pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan diri.
Menurut laporan Daily Mail UK, karena dokter gigi di Thailand tidak dapat menemukan penyebabnya, Yoo pergi ke dokter spesialis di Korea Selatan.
Pemindaian Sinar X memperlihatkan hasil yang mengejutkan. Yoo divonis menderita kanker tulang di rahang kirinya.

Meski menerima enam kali kemoterapi di sebuah rumah sakit di Thailand, tumor Yoo terus tumbuh seukuran jeruk Bali. Pembengkakan tersebut menyebabkan mata kiri dan hidungnya bergeser posisinya.
Yoo pun telah kehilangan kepercayaan dirinya. Dia sering terlihat menutupi sisi wajahnya yang bengkak dengan masker.
© Dream
Menurut The Mirror UK, perawatan kanker Yoo tidak bisa dilakukan secara berkala karena terkendala biaya pengobatan yang mahal. Yoo hanyalah seorang pekerja kebun karet.
Orangtuanya harus membayar biaya kemoterapi awal yang masing-masing senilai 80.000 baht (setara Rp32 juta).
Karena dokter tidak menganjurkan operasi bedah, Yoo menjalani lima sesi kemoterapi lagi untuk menyembuhkan kanker yang dideritanya.
Selama menjalani pengobatannya, Yoo sempat menulis, " Aku akan melakukan segalanya. Aku harus semangat dan kuat."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya