6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Keluarga Fatimah Menerima Santunan Dari Petugas Haji Malaysia (Foto: Malaysia News Hub)
Dream - " Sejak kami tahu ibu hilang di Mekah, setiap malam kami sholat di rumah, masjid dan madrasah sampai ibu atau tubuhnya ditemukan. Alhamdulillah pada malam keempat doa kami terpenuhi."
Itulah ungkapan lega Norasikin Awang Ahmad, 40 tahun, anak keempat Fatimah Senik, 69 tahun, yang meninggal dunia di Mekkah pada hari Rabu, 16 Agustus 2017.
Fatimah dilaporkan Malaysia News Hub mengalami koma akibat pendarahan di otak dan meninggal dunia di Mekkah. Perempuan paruh baya asal Malaysia itu dilaporkan tidak sadarkan diri selama menunggu giliran melakukan tawaf.
Norasikin mengatakan, ibunya pergi ke Tanah Suci bersama ayahnya Awang Ahmad Deraoff, 71 tahun, dan kakak laki-lakinya Mazuki, 50 tahun, pada 12 Agustus 2017 dari Bandara Internasional Sultan Mahmud di Terengganu, Malaysia.
" Pada tanggal 13 Agustus, kami mendapat berita ibu hilang setelah tak sadarkan diri. Menurut cerita, tim medis melepas kartu identifikasi ibu dan menyerahkannya kepada ayah yang tidak mengetahui apa yang terjadi karena masalah bahasa dan tidak dapat membaca," kata Norasikin kepada wartawan di rumahnya di Bukit Goh Felda.
© Dream
Norasikin mengatakan petugas kemudian meminta Mazuki membuat laporan ke perwakilan Tabung Haji (TH) di Mekkah.
Pada Rabu, 16 Agustus 2017, keluarga menerima pesan dan gambar Fatimah melalui WhatsApp. TH menanyakan apakah mereka mengenal wanita yang koma di Rumah Sakit King Abdulaziz itu.
" Saya mengonfirmasi bahwa itu adalah ibu (saya) dan petugas TH di Mekkah kemudian mencari abang saya. Abang menemukan ibu beberapa jam sebelum meninggal. Meski sedih, kami bersyukur ibu akhirnya ketemu," kata dia.
Menurut Norasikin, ibunya sangat gembira setelah diberitahu terpilih untuk melaksanakan haji tahun ini. Fatimah bahkan telah menyelesaikan manasik haji sebelum Idul Fitri dan sering minta diantar anak-anaknya mencari keperluan haji.
© Dream
Norasikin mengatakan bahwa Fatimah terus menjaga kesehatan jelang keberangkatannya. Beberapa penyakit yang sempat kambuh tak muncul.
Atas kerja keras petugas TH yang menemukan ibundanya, Norasikin mengucapkan terima kasih. Jenazah Fatimah dikubur di Pemakaman Syarai'e pada Kamis, 17 Agustus 2017.
Dia menambahkan ayah dan abangnya dijadwalkan kembali ke Malaysia pada tanggal 27 September.
Sementara itu, Direktur TH Pahang, Helena Hashim, mengatakan Fatimah adalah jemaah haji pertama dari Pahang yang meninggal dunia. Seorang jemaah wanita dari Kampung Dong, Raub berusia 89 tahun menjadi orang kedua yang dikonfirmasi meninggal pada 17 Agustus 2017.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
