Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Kian Meninggal Dunia Karena Salah Tembak Polisi (Foto: World Of Buzz)
Dream - Perintah tembak mati bandar dan pengedar narkoba yang dikumandangkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte cukup mengerikan. Dia memberi wewenang kepada polisi untuk menembak siapa saja yang dicurigai sebagai pengguna atau pengedar narkoba.
Tetapi, perintah kepada polisi tersebut menuai reaksi negatif setelah muncul korban tak berdosa.
Salah satu kisah ditulis pengguna Facebook Ezra Acayan mengenai remaja 17, Kian Lloyd Delos Santos, yang diduga menjadi korban salah tembak.
Dikutip dari laman World of Buzz, Ezra menuliskan kisah kematian Kian.
" Kian Lloyd Delos Santos baru saja menutup toko saat polisi berpakaian preman menembak dia sampai mati pada malam itu. Polisi mengatakan penembakan itu sah. Menurut polisi, Kian berlari saat melihat petugas mendekat. Dia mengeluarkan pistol dan melepaskan tembakan ke arah polisi, yang tak lama kemudian dibalas polisi. Polisi mengatakan Kian adalah pengedar narkoba.
" Tapi, saksi malam itu mengatakan Kian tak bersenjata dan justru mendapat pukulan dari polisi. Kian memohon polisi tak memukulinya, 'Hentikan! Hentikan! Besok aku ada ujian sekolah!'
" Kamera keamanan merekam saat Kian diseret jauh oleh polisi ke tempat yang gelap. 'Ambil pistol ini, tembakkan, dan lari' seseorang mendengar polisi mengatakan kalimat itu kepada Kian. Tak lama berselang, Kian dieksekusi mati.
Saldy, ayah Kian membantah anaknya terlibat jaringan narkoba. Menurut Saldy, sang putera tidak ada dalam daftar pantauan jaringan narkoba.
Kian, kata Saldy, menjual permen untuk membayar sekolahnya. Dia bermimpi jadi polisi.
Menurut Lorenza, ibundanya, putranya terpikat seri drama kriminal 'Narcos'. Dia terlibat dalam drama di sekolahnya.
Tetapi, dia tak ingin berperan sebagai Pablo Escobar, bandar narkotika Kolombia. Dia ingin berperan sebagai agen Steve Murphy atau Javier Pena.
Tetapi, kini Kian telah meninggal dunia. Bersama dengan darah warga yang ditembaki polisi di Filipina.(Sah)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya