Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Suasana dingin gedung rumah sakit dengan dinding bewarna putih dan aroma obat yang begitu menyengat bagi sebagian orang dianggap hal yang menegangkan. Begitu juga dengan makanannya, tidak sedikit yang kurang menyukai karena rasanya yang hambar karena memang untuk pasien.
Namun tidak dengan rumah sakit yang satu ini, berlokasi di jl. KH. Ahmad Dahlan no.31 Gandaria, Jakarta Selatan, Hospitalis Resto memberikan kesan lain terhadap rumah sakit.
Konsep resto yang digodong selama dua tahun ini diakui pemilik rumah berdasarkan atas pengalaman pribadi yang enggan berhubungan dengan rumah sakit.
" Suasana dan bau rumah sakit itu bikin eneg, saya termasuk orang yang paling malas berhubungan dengan rumah sakit. Saya tuh ingin membuat orang seperti saya, nggak takut lagi sama rumah sakit. Dengan berbagai penyesuaian dan persiapan akhirnya dibuka 23 Mei 2014 lalu," Pemilik Hospitalis Resto and Bar, Andhika F. Hasan, Minggu (14/9/2014).
Desain resto ini dibuat Andhika tidak main-main, dirinya berkonsultasi dengan saudaranya yang berprofesi sebagai dokter.
" Saya konsultasi dulu dengan saudara yang dokter, katanya tidak apa-apa, asal enggak sama banget sama rumah sakit. Karena ada larangan menyamakan rumah sakit dengan restoran di Indonesia. Makanya pintu ruangan kita tambahkan gambar perawat, di tengah lambang plus-nya agar beda," jelasnya.
Untuk semakin mengentalkan kesan rumah sakit, di resto ini meja makannya terbuat dari rangka tempat tidur rumah sakit, desain kursi menyerupai kursi roda, gelas minuman dari botol infus dan kantong darah.
Piring makanan pun disajikan menggunakan nampan ala Rumah Sakit sementara itu para pelayannnya pun mengenakan pakaian ala perawat. Resto dengan makanan andalan ayam rica-rica dan chicken gapau khas Thailand ini buka jam 11.00 sampai 02.00 untuk hari biasa dan akhir pekan jam 11.00 sampai 03.00 WIB.
Soal kebersihan Andhika memastikan untuk tak perlu khawatir karena pemakaian selang dan gelas minuman hanya digunakan untuk satu kali saja.
" Kalau minuman yang menggunakan botol infus dan kantong darah itu dikasih nama Virgin Mexican Blood dan Fresh Transfusion. Ini yang paling sering dipesan, tak perlu kahwatir soal kebersihan karena kami memprioritaskan kehigienisan di resto ini," ujarnya.
Soal harga Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, untuk makanan berkisar antara Rp 21 ribu hingga Rp58 ribu dan minuman Rp12 ribu hingga Rp100 ribu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya