Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Larissa Blanco (Mirror)
Dream - Covid-19 memang berbahaya. Virus itu bisa merenggut nyawa orang yang terinfeksi. Seperti seorang ibu asal Brazil berikut ini, yang meninggal dunia akibat Covid-19 setelah melahirkan anak kembar.
Mama muda bernama Larissa Blanco itu dinyatakan positif Covid-19 pada 12 Juni 2020. Suaminya, Diego Rodrigues, mengatakan bahwa Larissa menunjukkan gejala batuk kering selama beberapa hari sebelumnya.
Wanita 24 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit setelah lebih dari dua minggu penyakitnya yang tak kunjung mereda. Ia dirawat di rumah sakit swasta di Botucatu, Sao Paulo, Brazil.
Pada 27 Juni 2020, Larissa melahirkan anak kembar bernama Guilherme dan Gustavo.
" Saya berada di ruang operasi saat mereka mengeluarkan bayi pertama. Nampak wajahnya sangat gembira karean itulah impiannya," jelas Diego.
Tak lama setelah bayi kembarnya dilahirkan, Diego diberitahu pihak rumah sakit bahwa istrinya mengalami komplikasi kecil.
Ia kemudian mengucapkan selamat tinggal ke sang istri dan menemani anak-anaknya, dipikirannya semua akan baik-baik saja.
Naas, Larissa ternyata kehilangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah yang banyak. Namun, tetap saja Larissa tak tertolong nyawanya.
Akibat kehilangan banyak darah, pihak rumah sakit kemudian melakukan pengecekan test Covid-19 dan mencari penyebab kematian Larissa yang begitu singkat.
" Dokter memberitahu, virus Covid-19 menyebabkan istri saya memiliki ketahanan tubuh yang lemah," jelas Diego.
Diego masih sangat terkejut dan tidak terima atas apa yang terjadi, namun ia tetap tegar.
" Saya tidak bisa melupakan kejadian ini, tapi saya percaya rencana Tuhan," tutur Diego.
" Tuhan memberikan saya dua malaikat untuk menjaga saya, membantu saya tetap kuat. Saya menangis tersendu ketika melihat kedua anak saya, mereka adalah hal terindah yang pernah saya lihat."
Diego sebelumnya dinyatakan positif covid-19 namun sudah tidak lagi menular. Kini ia tetap berada di rumah sakit bersama dua anak kembarnya sampai dinyatakan sembuh total.
Sumber: Mirror.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya