Sering Diburu, Gajah di Masa Depan Bakal Lahir Tanpa Gading

Reporter : Sugiono
Jumat, 18 Januari 2019 07:01
Sering Diburu, Gajah di Masa Depan Bakal Lahir Tanpa Gading
Banyak generasi gajah Afrika yang lahir tanpa gading.

Dream - Perburuan gading gajah telah menciptakan dampak mengkhawatirkan masa depan hewan berbelalai dan telinga lebar itu.

Generasi gajah-gajah di masa depan kemungkinan akan lahir tanpa gading. Ini karena maraknya perburuan gading di negara-negara di benua Afrika.

Menurut penjelajah National Geographic, Joyce Poole, menyebut sekitar 90 persen dari 4.000 gajah di Taman Nasional Gorongosa dibunuh selama terjadi perang saudara di Mozambik dari tahun 1977 hingga 1992.

Gajah-gajah itu dibunuh dan diambil gadingnya untuk ditukar dengan senjata. Sementara dagingnya dijadikan makanan oleh para tentara yang terlibat perang.

Akibatnya, sepertiga generasi gajah betina lahir tanpa gading setelah perang berakhir. Sifat ini kemungkinan diturunkan oleh induk gajah yang selamat dari perburuan namun kehilangan gadingnya.

Dalam konteks ini, normalnya hanya 2 sampai 4 persen gajah betina Afrika yang lahir tanpa memiliki gading. Temuan riset Poole terhadap gajah tanpa gading ini cukup mengejutkan.

Dominique D'Emille Correia Gonçalves, mahasiswa PhD di University of Kent yang menjadi bagian tim ilmuwan yang menyelidiki temuan Poole, mengatakan pemburu gading mengincar gajah dengan gading berukuran besar.

Perburuan gading seperti itu akan menghilangkan gen 'gading berukuran besar' dari populasi gajah yang ada di Afrika.

" Populasi gajah yang ada saat ini berasal dari sebagian besar gajah yang selamat dari perang, di mana mereka diburu untuk gadingnya.

" Di Taman Nasional Gorongosa, gajah-gajah tanpa gading adalah gajah-gajah yang selamat dari perburuan liar selama perang saudara. Mereka inilah yang mewariskan sifat pada generasi gajah betina berikutnya," jelas Dominique kepada Daily Mail.

Meski belum bisa dikatakan mengalami evolusi, Dominique mengatakan gajah-gajah tanpa gading ini telah kehilangan gen-gen tertentu pada tubuh mereka.

1 dari 1 halaman

Gajah Zaman Sekarang Lebih Agresif

Selain perubahan dalam perkembangan gading, riset Poole juga menemukan apa yang digambarkan sebagai 'sifat agresif' di antara gajah betina.

Sifat agresif ini diyakini sebagai cara para induk gajah tanpa gading dalam melindungi keturunan mereka selama perang.

Mengenai sifat agresif ini, Dominique mengatakan itu adalah temuan yang cukup menarik dan merupakan perubahan sifat yang besar.

" Ini adalah perubahan besar. Karena menurut catatan orang-orang yang hidup di Gorongosa sebelum perang, unit keluarga gajah sebelumnya tenang dan hampir tidak peduli dengan kehadiran manusia," kata Dominique.

Namun rupanya, pembantaian anggota keluarga gajah telah meninggalkan trauma yang dalam sehingga para gajah itu menjadi agresif dengan kehadiran manusia.

Mozambik bukan satu-satunya negara di mana terjadi peningkatan populasi gajah tanpa gading. Statistik menunjukkan hal yang sama terjadi di daerah perburuan gading lainnya seperti Kenya dan Afrika Selatan.

(ism, Sumber: Ladbibie.com)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian