Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Generasi Gajah Lahir Tanpa Gading. (Foto: Ilustrasi/Pixabay)
Dream - Perburuan gading gajah telah menciptakan dampak mengkhawatirkan masa depan hewan berbelalai dan telinga lebar itu.
Generasi gajah-gajah di masa depan kemungkinan akan lahir tanpa gading. Ini karena maraknya perburuan gading di negara-negara di benua Afrika.
Menurut penjelajah National Geographic, Joyce Poole, menyebut sekitar 90 persen dari 4.000 gajah di Taman Nasional Gorongosa dibunuh selama terjadi perang saudara di Mozambik dari tahun 1977 hingga 1992.
Gajah-gajah itu dibunuh dan diambil gadingnya untuk ditukar dengan senjata. Sementara dagingnya dijadikan makanan oleh para tentara yang terlibat perang.
Akibatnya, sepertiga generasi gajah betina lahir tanpa gading setelah perang berakhir. Sifat ini kemungkinan diturunkan oleh induk gajah yang selamat dari perburuan namun kehilangan gadingnya.
Dalam konteks ini, normalnya hanya 2 sampai 4 persen gajah betina Afrika yang lahir tanpa memiliki gading. Temuan riset Poole terhadap gajah tanpa gading ini cukup mengejutkan.
Dominique D'Emille Correia Gonçalves, mahasiswa PhD di University of Kent yang menjadi bagian tim ilmuwan yang menyelidiki temuan Poole, mengatakan pemburu gading mengincar gajah dengan gading berukuran besar.
Perburuan gading seperti itu akan menghilangkan gen 'gading berukuran besar' dari populasi gajah yang ada di Afrika.
" Populasi gajah yang ada saat ini berasal dari sebagian besar gajah yang selamat dari perang, di mana mereka diburu untuk gadingnya.
" Di Taman Nasional Gorongosa, gajah-gajah tanpa gading adalah gajah-gajah yang selamat dari perburuan liar selama perang saudara. Mereka inilah yang mewariskan sifat pada generasi gajah betina berikutnya," jelas Dominique kepada Daily Mail.
Meski belum bisa dikatakan mengalami evolusi, Dominique mengatakan gajah-gajah tanpa gading ini telah kehilangan gen-gen tertentu pada tubuh mereka.
Selain perubahan dalam perkembangan gading, riset Poole juga menemukan apa yang digambarkan sebagai 'sifat agresif' di antara gajah betina.
Sifat agresif ini diyakini sebagai cara para induk gajah tanpa gading dalam melindungi keturunan mereka selama perang.
Mengenai sifat agresif ini, Dominique mengatakan itu adalah temuan yang cukup menarik dan merupakan perubahan sifat yang besar.
" Ini adalah perubahan besar. Karena menurut catatan orang-orang yang hidup di Gorongosa sebelum perang, unit keluarga gajah sebelumnya tenang dan hampir tidak peduli dengan kehadiran manusia," kata Dominique.
Namun rupanya, pembantaian anggota keluarga gajah telah meninggalkan trauma yang dalam sehingga para gajah itu menjadi agresif dengan kehadiran manusia.
Mozambik bukan satu-satunya negara di mana terjadi peningkatan populasi gajah tanpa gading. Statistik menunjukkan hal yang sama terjadi di daerah perburuan gading lainnya seperti Kenya dan Afrika Selatan.
(ism, Sumber: Ladbibie.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya