Pertanyaan Polos Anak SD Mengobrol dengan Jokowi: 'Jadi Presiden Ngapain Saja?'

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 Juli 2021 16:01
Pertanyaan Polos Anak SD Mengobrol dengan Jokowi: 'Jadi Presiden Ngapain Saja?'
Anak-anak tampak polos saat mengajukan pertanyaan.

Dream - Merayakan Hari Anak Nasional pada Jumat, 23 Juli 2021, Presiden Joko Widodo menyempatnya waktu mengobrol dengan anak-anak Indonesia secara virtual. Obrolan berlangsung seru meski tidak bisa bertatap muka.

Dengan segala kepolosannya, beberap anak yang hadir dalam sesi virtual itu mengajukan berbagai pertanyaan kepada presiden. Ada yang bertanya rasanya menjadi presiden hingga mengulik kegiatan seorang kepala negara.

" Kalau jadi Presiden ngapain saja?" celetuk seorang anak kepada Jokowi, disiarkan kanal Sekretariat Presiden.

Jokowi tertawa mendapat pertanyaan itu. Dia lalu menjelaskan tugas Presiden sangat banyak.

" Ya memimpin rapat dengan menteri, kemudian pergi ke Aceh sampai ke Papua untuk ngecek itu, ngecek jalan bagus ndak, ngecek waduk-waduk, ngecek pelabuhan, ngecek airport, gitu," kata Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

Pesan Jokowi ke Anak-anak Indonesia

Tak lupa Jokowi juga berpesan agar anak-anak Indonesia selalu taat protokol kesehatan. Selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan terus belajar.

" Mengingatkan kepada teman-temannya, tetangganya untuk selalu pakai masker kalau ke rumah," kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan anak-anak adalah masa depan Indonesia. Sehingga dia berpesan agar anak-anak rajin belajar dan selalu berbahagia..

" Teruslah bergembira, rajin beribadah, jangan lupa juga berdoa pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon perlindungan bagi kita semua, bagi Bangsa Indonesia. Selamat Hari Anak Nasional untuk semua anak-anakku di Indonesia," kata dia.

2 dari 5 halaman

Curhat Haru Pelajar ke Jokowi Soal Sekolah Online: Pak, Kami Sangat Rindu...

Dream - Presiden Joko Widodo mengecek pelaksanaan vaksinasi terhadap pelajar SMP dan SMA secara virtual pada Rabu, 14 Juli 2021. Jokowi pun mendengarkan curhatan para pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia melalui virtual.

Salah satu pelajar bernama Axa dari SMPN 103 Jakarta mengaku sudah disuntik vaksin dan berharap bisa segera masuk sekolah. Sebab ia lebih suka sekolah tatap muka karena lebih mudah memahami penjelasan langsung dari guru.

" Lebih ke arah tatap muka pak, karena lebih mudah menerima pelajaran, lebih jelas langsung dari gurunya," jawab Axa saat ditanya presiden tentang curahan hatinya selama sekolah daring.

Selain itu salah satu pelajar bernama Jasmin dari SMAN 1 Sentani Papua. Ia mengatakan, ada sekitar 600 siswa yang divaksin pada hari ini di wilayahnya.

" Senang (belajar) tatap muka, karena bisa bertemu dengan teman-teman dan guru-guru," ucap Jasmin.

" Jadi nanti kalau belajar tatap muka sudah diperbolehkan, saya titip kepada anak-anakku semuanya tetap memakai masker meskipun sudah divaksin, menjaga jarak kalau bertemu dengan teman-temannya, dan jangan berada dalam kerumunan yang banyak sekali, karena itu akan mempermudah penyebaran Covid-19. Tetap semangat belajar, jangan kendor," tutur Jokowi.

3 dari 5 halaman

Rindu Belajar di Sekolah

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Selain itu, ada pula pelajar yang bertanya kepada Presiden Jokowi mengenai kemungkinan sekolah tatap muka dimulai usai program vaksinasi di sekolah tersebut. Pelajar itu bernama Ayu Lestari dari SMAN 1 Tanjungpinang Kepulauan Riau.

" Izin bertanya pak, soal program vaksinasi pelajar ini, apakah ada kemungkinan untuk pembelajaran tatap muka, Pak? Karena kami sangat rindu belajar di sekolah karena pemahaman di sekolah lebih nangkap, kayak kerja kelompok, presentasi," kata Ayu kepada Jokowi melalui siaran Youtube Sekretariat Presiden.

Menurut Ayu, ada beberapa kendala yang dialami pelajar saat proses pembelajaran tatap muka. Misalnya, jaringan yang putus-putus saat guru tengah menjelaskan sehinhga membuat materi yang disampaikan tak dipahami siswa.

" Kalau (belajar) secara online itu terkadang gangguan jaringan, Pak. Dan ketika guru menjelaskan putus-putus, Pak," katanya.

4 dari 5 halaman

Tunda Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Mendengar keluhan pelajar dari Kepulauan Riau itu, Jokowi menjelaskan pembelajaran tatap muka di sekolah sebenarnya direncanakan dimulai pada Juli 2021.

Akan tetapi pemerintah terpaksa menundanya karena kasus Covid-19 di Indonesia yang tiba-tiba mengalami peningkatan yang signifikan.

" Jadi gini, ini kan kita masih pandemi, pandemi belum mereda. Kemarin kan rencananya bulan Juli ini kita akan mulai belajar tatap muka. Tetapi karena penyebaran virus ini meningkat, sehingga rencana itu kita tunda dulu," jelas Jokowi.

Jokowi sendiri mengaku sering mendengar keluhan yang sama terkait banyaknya anak-anak yang ingin sekolah tatap muka dimulai. Hanya saja, situasi pandemi Covid-19 saat ini membuat pemerintah harus berhati-hati membuka sekolah.

" Sehingga kita rem dulu untuk belajar tatap muka, kalau Covid sudah mereda nanti kita bolehkan tatap muka di sekolah," jelas Jokowi.

5 dari 5 halaman

Jokowi Minta Pelajar Patuhi Protokol Kesehatan

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Selain mendengarkan curhatan para pelajar di beberapa wilayah di Indonesia tersebut, Presiden Jokowi tak lupa meminta anak-anak untuk tetap disiplin protokol kesehatan apabila pembelajaran tatap muka sudah dimulai.

Meskipun mereka sudah menjalani vaksinasi, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan rajin, dan tak berkerumun.

" Kalau bertemu dengan teman-teman, jangan dalam kerumunan yang banyak karena itu akan mempermudah penyebaran Covid-19," tutur dia.

Diketahui kegiatan vaksinasi kepada para pelajar dan door to door ini dilaksanakan di 14 provinsi daerah episentrum, pada 15 kabupaten atau kota dan 32 titik.

Baik itu di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Jumlah peserta vaksinasi adalah 50 ribu orang dengan rincian 15.000 pelajar SMP dan 15.000 pelajar SMA di Indonesia. Kemudian, ada pula pelaksanaan vaksinasi door to door yang diikuti 20.000 masyarakat.

Beri Komentar