Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sholat Jemaah (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Sering kali kita mendengar anjuran agar khusyuk saat mengerjakan sholat. Khusyuk merupakan sikap tenang, fokus dan terhindar dari segala pikiran maupun godaan.
Kekhusyukan sendiri disinggung dalam Surat Al Mu'minun ayat 1-2.
" Sungguh beruntung orang-orang mukmin. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya."
Khusyuk bukan perkara mudah untuk dilakukan. Karena jika memikirkan sedikit saja sesuatu di luar sholat sudah bisa dinyatakan tidak khusyuk.
Karena saking pentingnya kekhusyukan, ada sebagian orang yang sampai mengulang sholat. Penyebabnya hanya mereka tidak bisa khusyuk dalam sholat.
Terkait hal ini, bagaimana hukumnya?
Dikutip dari NU Online, mayoritas ulama menyatakan kekhusyukan masuk dalam kategori sunah sholat, bukan wajib. Sehingga, sholat dinyatakan sah apabila seluruh rukunnya telah dikerjakan dengan baik dan urut meski tanpa kekhusyukan.
Meski demikian, ada sebagian ulama yang memandang kekhusyukan merupakan salah satu syarat sholat. Sehingga, jika tidak khusyuk, sholat dinyatakan tidak sah.
Orang yang bersangkutan harus mengulangnya sampai khusyuk. Salah satu ulama yang memegang pendapat ini adalah Imam Al Ghazali.
Syeikh Zainuddin Al Malibari dalam Fathul Mu'in memberikan gambaran mengenai kekhusyukan.
" Disunahkan dalam sholat untuk khusyuk dengan hati. Dengan gambaran sesorang tidak menghadirkan dalam sholat selain sesuatu yang sedang dilakukannya, meskipun berhubungan dengan akhirat. Dan disunahkan khusyuk dengan anggota tubuh. Dengan gambaran tidak bermain-main dengan salah satu bagian dari anggota tubuh. Kesunahan ini dikarenakan pujian Allah SWT pada orang yang khusyuk dalam kitab-Nya, dengan firmannya 'Sungguh beruntung orang-orang mukmin. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya' dan dikarenakan sirnanya pahala sholat dengan tidak khusyuk, seperti halnya yang dijelaskan dalam beberapa hadis shahih. Dan juga dikarenakan adanya pandangan yang dipilih oleh golongan ulama bahwa sesungguhnya khusyuk ini adalah syarat sahnya sholat."
Jika mengikuti pendapat mayoritas ulama, seseorang boleh mengulang sholatnya jika merasa tidak khusyuk, meskipun hal tersebut bukanlah bagian dari kewajiban. Meski demikian, sholat yang dilakukan dengan tidak khusyuk tetap dianggap sah.
Namun apabila mengikuti pendapat ulama yang menyatakan kekhusyukan merupakan syarat sholat sah, maka harus mengulang.
Sumber: NU Online.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya