Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sholat tarawih telah menjadi bagian penting dari ibadah Ramadan. Meski ada perbedaan jumlah rakaat, suasana sholat tarawih tetap ramai dipenuhi jemaah.
Pondok pesantren (Ponpes) Alquraniyah yang berlokasi di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat punya cara unik untuk meningkatkan semangat ibadah di antara remaja.
Ponpes Alquraniyah menggelar sholat 23 rekaat dalam waktu yang relatif cepat. Hanya dalam durasi sekitar tujuh menit, sholat 23 rekaat itu selesai digelar.
Pengasuh ponpes Alquraniyah, Azun Mauzun, menyebut, sholat tarawih cepat itu dilakukan tanpa mengurangi rukun-rukun sholat.
" Karena jemaah sholat tarawih merupakan kalangan anak muda. Mereka bisa mengimbangi kecepatan imam dalam melaksanakan sholat tarawih," ucap Azun, dilaporkan akun Youtube Ciremai Today.
Kebiasaan itu, kata Azun, telah dilakukan sejak delapan Ramadan.
Dengan kecepatan sholat yang ditawarkan, sholat itu mendapat respon positif dari anak muda dan warga yang punya kesibukan.
" Banyak warga ikut sholat tarawih cepat karena punya usaha dagangan di lingkungannya," ucap dia, dilaporkan Liputan6.com.
Sholat tarawih ini, dia klaim juga punya efek baik pada tubuh. Selain mendapat pahala, jemaah akan berkeringat.
" Karena saking cepatnya gerakan sholat jadi berkeringat dan itu sehat. Tapi, lama-lama terbiasa kok," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam