7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Masjid Di Singapura (Shutterstock.com)
Dream - Umat Islam di Singapura akan diizinkan kembali melaksanakan sholat Jumat di seluruh masjid di negara tersebut. Tetapi, setiap masjid dibatasi hanya boleh menampung 50 orang jemaah.
Dikutip dari Straits Times, Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) mengumumkan mulai 26 Juni, Sholat Jumat dilaksanakan dalam dua shift atau gelombang. Satu gelombang Sholat Jumat tidak boleh lebih dari setengah jam.
Jemaah yang hendak Sholat Jumat juga diharuskan mendaftar secara online lewat aplikasi yang disediakan MUIS. Jika tidak mendaftar lebih dulu, jemaah dipastikan takkan diizinkan masuk masjid.
Aturan ini juga berlaku untuk sholat fardlu lima waktu. Jemaah harus daftar dulu lewat online.
Khusus untuk Sholat Jumat, setiap orang hanya dibolehkan mendaftar satu slot setiap tiga pekan sekali. Ini untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak jemaah yang ingin melaksanakan Sholat Jumat di masa new normal pandemi Covid-19.
Untuk pelaksanaannya juga dibatasi. Mulai khutbah hingga salam, Sholat Jumat dilaksanakan paling lama dalam 20 menit.
Ketika menyampaikan khotbah, imam diharuskan berdiri di jarak minimal dua meter dari shaf pertama. Imam juga disarankan untuk menggunakan face shield.
Sementara jemaah dibolehkan berada pada posisi yang terpaut jarak minimal 1 meter dari jemaah lainnya.
MUIS juga mengingatkan jemaah tidak boleh berinteraksi dengan orang lain setelah selesai Sholat Jumat. Mereka diharuskan segera meninggalkan masjid.
Ketika masuk masjid untuk sholat, jemaah perlu memeriksakan diri via aplikasi SafeEntry menggunakan kode NIRC atau FIN yang mereka dapatkan. Mereka juga sangat dianjurkan untuk menggunakan aplikasi TraceTogether.
Sejumlah langkah pencegahan lain juga akan diterapkan. Seperti mewajibkan jemaah membawa alat sholat masing-masing seperti sajadah, mukena untuk wanita dan sarung untuk pria.
Fungsi pengatur udara (AC) digantikan dengan kipas angin. Ini untuk mengatur sirkulasi udara demi mencegah penyebaran virus.
Sedangkan jemaah yang tidak kebagian tempat saat Sholat Jumat diizinkan untuk menggantinya dengan Sholat Zuhur, demikian Fatwa MUIS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?