Nikahan di Semarang Berujung Tragis karena Covid-19, Ibu Mempelai Meninggal

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 22 Juni 2020 16:25
Nikahan di Semarang Berujung Tragis karena Covid-19, Ibu Mempelai Meninggal
Sang ayah mempelai dilaporkan kritis. Begini kejadiannya.

Dream - Pesta pernikahan yang digelar warga Semarang beberapa waktu lalu menjadi duka. Digelar tak sesuai SOP Covid-19, setelah pernikahan ibu sang mempelai meninggal dunia.

" Jadi kejadian tanggal 11 Juni 2020 ada pernikahan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan karena lebih dari 30 orang. Kabar ibu salah seorang pengantin meninggal dunia. Kemudian menyusul ayahnya sakit kritis positif Covid-19," ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Semarang, dikutip dari Merdeka.com, Senin 22 Juni 2020.

Meski masih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), Hendrar memberikan sejumlah kelonggaran penerapannya kegiatan masyarakat seperti acara pernikahan, prosesi pemakaman dan beribadah.

" Kami beri kelonggaran acara pernikahan dari 30 orang kita tambah jadi 50 orang pada PKM jilid 4 hingga 22 Juni hingga 8 Juli 2020. Misal acara gereja umat mencapai 1.000 orang, kali ini hanya 50 orang," kata Hendrar.

1 dari 5 halaman

Pesta Pernikahan Jadi Klaster Baru

Terkait klaster baru ini, Hendi memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan tracking dan menemukan sejumlah orang terinfeksi Covid-19.

" Dari hasil tracking, Takmir masjid positif Covid-19. Ternyata takmir di masjid dari 9 ada 5 positif, tracing ke keluarganya ada yang positif" .

Sebagaimana diketahui Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Dalam surat tersebut, salah satu yang diatur juga tentang kegiatan pertemuan masyarakat, salah satu contohnya yakni pernikahan atau perkawinan.

(Sumber: Merdeka.com)

2 dari 5 halaman

Tak Keluar Rumah, Wanita Tertular Virus Corona dari Paket Belanja

Dream - Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak orang di seluruh dunia terpaksa tinggal di rumah saja. Begitupun yang terjadi pada  Rachel Brummert. Dia mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah selama tiga minggu.

Namun hal mengejutkan tiba - tiba saja muncul. Brummert yang mengaku tak pernah keluar rumah dinyatakan positif tertular virus corona covid-19. Fakta tersebut sangat mencengangkan banyak pihak.

Dilansir dari New York Post, Rachel yang juga menderita kelainan auto-imun selama ini sangat menjaga jarak dari orang lain. Termasuk kepada suaminya. Dia bahkan tinggal di kamar terpisah.

3 dari 5 halaman

Dinyatakan Terinfeksi Virus Corona

  Dinyatakan Positif Corona© Pexels.com

Rachel didiagnosis terinfeksi virus corona covid-19 pada Kamis lalu(Seorang pasien koronavirus North Carolina mengatakan dia terinfeksi meskipun tinggal di rumah selama tiga minggu menjelang diagnosisnya Kamis lalu (9/4)

" Ini adalah yang paling sakit yang pernah aku alami dan ini yang paling menakutkan yang pernah kualami," kata Rachel Brummert kepada WCNC. " Aku benar-benar ketakutan."

Rachel yang juga menderita kelainan autoimun, mengatakan bahwa dia terakhir meninggalkan rumahnya ketika harus ke apotek pada pertengahan Maret lalu.

Mengingat kondisi penyakitnya, Rachel melakukan berbagai tindakan pencegahan, seperti menjaga jarak dari orang lain, termasuk pada suaminya, yang tinggal di kamar terpisah.

4 dari 5 halaman

Pernah Tak Sengaja Berinteraksi dengan Wanita yang Positif Corona

Setelah diteliti, ternyata pada satu kesempatan, Rachel pernah tidak sengaja berinteraksi dengan seorang wanita, yang sejak itu dinyatakan positif corona. Wanita tersebut menurunkan belanjaan di depan teras rumah Rachel Brummert.

Namun ketika itu, Rachel tidak melakukan kontak fisik dengan wanita itu. Dia hanya mengambil tas belanjaan dari terasnya tanpa sarung tangan.

" Aku pikir sudah melakukan semuanya dengan benar," kata Rachel Brummert.

" Aku belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya" tambahnya.

5 dari 5 halaman

Ini Videonya


Beri Komentar