Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seorang sopir taksi online di Inggris didakwa melakukan tindakan kekerasan seksual kepada penumpangnya. Namun belum sempat melakukan tindakan yang lebih jauh, pelaku ketakutan setelah korban mengaku ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) selama 5 tahun.
Dalam sidang pengadilan di Snaresbrook Crown Court, London, pelaku bernama Suleiman Abdirizak langsung membersihkan organ intimnya begitu korban memberitahu dia mengidap penyakit yang menular melalui hubungan seksual itu.
Korban, yang tak disebutkan namanya, bahkan harus menenangkan dan meyakinkan Abdirizak bahwa dia akan baik-baik saja.
Cerita diawali ketika korban keluar untuk makan, tapi merasa tidak enak setelah minum sebotol anggur. Dia kemudian memesan taksi online untuk mengantarnya pulang.
Dilansir dari Metro, jaksa Sarah Morris mengatakan Abdirizak menjemputnya pada 10 November tahun lalu namun berhenti di Buckle Street, Stepney, London timur.
Pria 42 tahun itu kemudian pindah ke kursi belakang dan mulai......
© Dream
Pria 42 tahun itu kemudian pindah ke kursi belakang dan mulai melakukan tindakan tak senonoh pada korban.
" Pelaku mengatakan akan mengantarkan korban jika menuruti permintaannya," kata Morris.
Agar selamat, korban berbohong kepada Abdirizak bahwa dia mengidap HIV.
" Dari ponsel pelaku terlihat mereka memang berhenti di Buckle Street selama 9 menit. Di situlah lokasi pemerkosaan itu terjadi," lanjut Morris.
Kepada penyidik kepolisian, korban mengatakan dia tidak tahu bagaimana bisa punya ide berbohong seperti itu.
" Awalnya dia mengira saya hanya mengidap penyakit kelamin biasa. Tapi saya bilang kepadanya bahwa saya mengidap HIV selama 5 tahun," kata korban.
© Dream
Korban mengatakan Abdirizak langsung mengambil botol air mineral dan mencuci mulut dan alat vitalnya. Abdirizak berpikir telah tertular virus HIV.
" Aku tahu dia sangat ketakutan. Aku bahkan mencoba menenangkannya dengan mengatakan dia akan baik-baik saja," tambah korban.
Abdirizak yang tinggal di Rifle Street, Poplar menolak semua tuduhan kepadanya.
Dia mengklaim wanita tersebut menyuruhnya mengemudi dan berhenti di sebuah tempat pribadi. Abdirizak menuduh wanita itu orang gila.
Hingga saat ini, sidang kasus unik ini masih terus berjalan di pengadilan setempat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya