Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemimpin Oman, Sultan Qaboos Bin Said (setkab.go.id)
Dream - Penguasa Oman, Sultan Qaboos bin Said, meninggal dunia di usia 79 tahun. Sultan mengembuskan napas terakhir pada Jumat malam waktu setempat, 10 Januari 2020.
Pemerintah Oman menetapkan masa berkabung selama tiga hari. Tetapi, bendera setengah tiang dipasang selama 40 hari ke depan usai penguasa terlama di Timur Tengah itu mangkat.
Dikutip dari Liputan6.com, belum diketahui secara pasti penyebab kematian Sultan Qaboos. Tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, Sang Sultan dikabarkan sempat menjalani perawatan kanker di Belgia.
Sultan Qaboos pertama kali memerintah Oman pada 1970. Dia menggulinkan posisi sang ayah dengan kudeta tak berdarah.
Ketika dipegang ayahnya, Oman menjadi negara tertutup dan terisolir. Di tangan Sultan Qaboos, pembangunan dijalankan di seluruh sudut Oman.
Selain itu, Sultan Qaboos juga sangat menjaga netralitas negaranya atas kondisi yang terjadi di kawasan Teluk. Terutama mengenai gejolak yang memanaskan hubungan antar-negara Timur Tengah.
Wafatnya Sultan Qaboos meninggalkan pekerjaan rumah bagi Oman. Ini lantaran Sultan Qaboos tidak memiliki putra yang meneruskan tahtanya, tidak juga menunjuk penggantinya secara terbuka.
Untuk menghindari kekosongan kekuasaan, Statuta Dasar Oman 1996 menetapkan Dewan Keluarga Kerajaan diharuskan memilih penerus dalam waktu paling lama tiga hari usai meninggalnya Sultan.
Jika tidak muncul kesepakatan dalam Dewan Keluarga Kerajaan yang terdiri dari 50 orang, maka Dewan Pertahanan bersama Ketua Mahkamah Agung, Dewan Konsultasi dan Dewan Negara akan membuka amplop tertutup yang ditinggalkan Sultan Qaboos. Amplop tersebut berisi nama yang telah dipilih Sang Sultan sebagai penggantinya secara tertutup.
Satu hari usai meninggalnya Sultan Qaboos, sang pengganti resmi diumumkan. Haitam bin Tariq yang merupakan sepupu Sultan Qaboos ditunjuk sebagai penerus takhta.
Haitham diangkat sebagai sultan baru Oman setelah Dewan Militer Tinggi meninta Dewan Keluarga Kerajaan untuk bersidang pada Sabtu, 11 Januari 2020.
Haitham sebelumnya menjabat sebagai Menteri Warisan dan Budaya Nasional Iman. Dia ditunjuk Qaboos pada 2013 untuk memimpin komite utama dalam pengembangan negeri itu.
Ucapan bela sungkawa juga disampaikan para pemimpin dunia atas meninggalnya Sultan Oman, Qaboos bin Said. Termasuk pula dari Presiden Joko Widodo.
" Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Atas nama masyarakat Indonesia, saya menyampaikan duka cita yang dalam kepada rakyat Oman, atas wafatnya Sultan Qaboos bin Said," ujar jokowi, dikutip dari Setkab.
Di mata Jokowi, Sultan Qaboos merupakan sosok pemimpin visioner. Sultan Qaboos berhasil mengawal Oman menjadi negara modern dan damai.
Sultan Qaboos diketahui tidak memiliki anak dan tidak menunjuk penggantinya secara terbuka. Dewan Keluarga Kerajaan atas desakan Dewan Militer menetapkan sepupu Sultan Qaboos, Haitham bin Thariq yang menjabat sebagai Menteri Warisan dan Budaya Oman untuk melanjutkan takhta.
Meninggalnya Sultan Qaboos meninggalkan kesan mendalam tidak hanya bagi rakyatnya namun juga kepada para kolega di luar negeri. Ucapan duka berdatangan dari seluruh dunia.
Tidak terkecuali dari putri kedua Presiden Kelima Indonesia Abdurrahman Wahid, Yenny Zanuba Wahid. Di akun Instagramnya, Yenny menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas kepergian Sultan Qaboos yang amat dicintai rakyatnya.
" Beliau adalah sosok progresif yang sangat dicintai rakyatnya," kata Yenny.
Yenny juga mengatakan Sultan Qaboos telah mempekenalkan modernitas dan meningkatkan taraf hidup rakyatnya selama memegang kekuasaan. Selain itu, Sultan Qaboos memiliki jasa sangat besar dalam penghapusan perbudakan, membangun banyak sekolah dan rumah sakit di seluruh penjuru Oman.
" Semoga Yang Mulia Sultan Qaboos husnul khotimah dan diterima di sisi Allah SWT. Amin," tulis dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya