Wabah Virus Corona Meluas, Iran Bebaskan 85 ribu Tahanan

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 18 Maret 2020 11:01
Wabah Virus Corona Meluas, Iran Bebaskan 85 ribu Tahanan
Penjara menjadi area penularan.

Dream - Iran untuk sementara membebaskan sekitar 85.000 tahanan, termasuk tahanan politik, sebagai langkah antisipasi epidemi virus corona.

" Sekitar 50 persen dari mereka yang dibebaskan adalah tahanan terkait keamanan. Juga di penjara kami telah mengambil tindakan pencegahan untuk menghadapi wabah," kata juru bicara pengadilan Iran, Gholamhossein Esmaili, Selasa, 17 Maret 2020. 

Pada 10 Maret 2020, Pemantau Khusus PBB untuk hak asasi manusia di Iran telah meminta Teheran untuk membebaskan semua tahanan politik untuk sementara. Demi membendung penyebaran virus corona.

Esmaili tidak menjelaskan kapan mereka yang dibebaskan harus kembali ke penjara.

Dilaporkan South China Morning Post, Javaid Rehman, Pemantau Khusus PBB tentang hak asasi manusia di Iran, menyebut pada awal Maret 2020, beberapa tahanan Iran telah terinfeksi virus corona.

1 dari 5 halaman

Tidak Ada Kontak Sosial

Iran saat ini menghadapi 14.991 orang terinfeksi Covid-19 di seluruh negeri. Angka kematian di Iran mencapai 853 orang. Angka sebenarnya mungkin bahkan lebih tinggi, karena beberapa orang mempertanyakan pelaporan pemerintah.

Iran memiliki salah wilayah dengan kondisi terburuk di luar China.

Iran dikenal memiliki salah satu layanan medis terbaik di Timur Tengah, rumah sakitnya tampaknya kewalahan dan pihak berwenang telah meminta 172 juta masker dari luar negeri.

Mereka juga telah meminjam Dana Moneter Internasional sebesar US $ 5 miliar, setara Rp75 triliun. Pinjaman pertama untuk Iran sejak 1962.

Tetapi banyak orang Iran telah menepis kekhawatiran tentang virus dan saran untuk menghindari kontak sosial. Restoran dan kafe tetap buka, meskipun bisnis telah berkurang.

2 dari 5 halaman

Percaya Alkohol Bisa Lawan Virus Corona, 44 Warga Iran Tewas Keracunan

Dream - Penyebaran virus Corona baru, Covid-19, yang masif membuat warga Iran panik. Sebagian warga Iran bahkan menelan bulat-bulat berita tidak benar hingga berujung pada kematian.

Di Provinsi Khuzestan dan Alborz, Iran barat daya, setidaknya 44 orang meninggal dunia setelah keracunan alkohol. Sebelumnya mereka percaya kabar bohong yang menyebut alkohol bisa membubuh Covid-19.

Karena percaya dengan kabar yang beredar itu mereka menenggak alkohol dengan harapan tidak tertular Covid-19. Tapi ternyata kabar itu hanyalah berita hoaks belaka.

" Beberapa warga mendengar kabar bahwa minum alkohol dapat membantu mereka melawan virus corona. Jadi mereka meminumnya sebagai tindakan pencegahan," kata Ali Ehsanpour, juru bicara Universitas Ilmu Kedokteran Universitas Ahwaz kepada Mehr News Agency.

Menurut Ehsanpour, lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit di selatan Provinsi Khuzestan setelah minum alkohol yang terbuat dari metanol.

 

3 dari 5 halaman

Metanol

Bahan metanol biasa ditemukan dalam produk antibeku, pelarut, dan bahan bakar. Sebagian besar dari korban meninggal dunia akibat keracunan alkohol berbahan metanol tersebut.

Selain Khuzestan dan Alborz, korban tewas akibat keracunan alkohol berbahan metanol juga terjadi di wilayah barat Provinsi Kermanshah.

Karena minuman alkohol dilarang di Iran, warga mengakalinya dengan membeli alkohol untuk sanitasi tapi kemudian mengonsumsinya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran melaporkan hingga Selasa lalu sebanyak 8.042 orang positif virus Corona dan 291 orang tewas akibat Covid-19.

Sedangkan jumlah warga Iran yang dinyatakan sudah sembuh dari virus Corona dilapoirkan mencapai 2.731 orang.

Sumber: FoxNews

4 dari 5 halaman

54 Ribu Tahanan di Iran Dibebaskan Sementara Agar Tak Tertular Virus Corona

Dream - Virus corona tengah mewabah dan menewaskan puluhan orang di Iran. Sejumlah pejabat Negeri Mullah turut terinfeksi virus ini, bahkan ada yang sudah meninggal.

Untuk mencegah penularan virus ini, Iran memutuskan membebaskan 54 ribu tahanan untuk sementara waktu. Ini agar para tahanan tidak tertular infeksi Covid-19.

Juru bicara pengadilan, Gholamhossein Esmaili, menerangkan tahaman dibolehkan keluar penjara setelah dinyatakan negatif dari Covid-19 usai pemeriksaan dan memberikan jaminan. Tetapi, tahanan dalam pengawasan yang dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun tidak akan dibebaskan, dilaporkan BBC.

Iran menjadi negara keempat dengan kasus infeksi virus corona terbesar di dunia. Jumlahnya mencapai 2.336 kasus dengan angka kematian mencapai 77 jiwa.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan jumlah kasus yang terkonfirmasi meningkat lebih dari 50 persen di dua hari awal pekan ini.

Sejumlah kasus yang berkaitan dengan Iran juga bermunculan di sejumlah negara. Antara lain Afghanistan, Kanada, Libanon, Pakistan, Kuwait, Bahrain, Irak, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

5 dari 5 halaman

Banyak Pejabat Tertular

Sejumah pejabat senior Iran dilaporkan telah tertular. Pejabat terakhir yang dilaporkan terinfeksi virus ini adalah kepala layanan darurat medis, Pirhossein Kolivand.

23 dari 290 anggota parlemen Iran juga telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Pada Senin, anggota Dewan Kemanfaatan, badan pemberi saran kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meninggal akibat Covid-19 di Teheran. Identitas pejabat tersebut diketahui sebagai Mohammad Mirmohammadi, 71 tahun, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Ayatollah Khamenei.

Dalam upacara penanaman pohon memperingati Hari Margasatwa Dunia pada Selasa, Khamenei meminta masyarakat untuk mematuhi pedoman kebersihan yang disampaikan Kementerian Kesehatan. Dia juga memerintahkan badan pemerintah untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada Kementerian Kesehatan.

Khamenei juga menegaskan Pemerintah Iran sama sekali tidak menyembunyikan informasi mengenai persoalan ini.

" Para pejabat kita sudah melaporkan dengan tulus dan transparan sejak pertama. Tetapi sejumlah negara dengan serangan wabah yang lebih serius mencoba menyembunyikannya," ucap Khamenei.

Beri Komentar