Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (World Bulletin)
Dream - Rencana membangun sebuah masjid di Victoria, Australia telah memicu Islamofobia. Sebaliknya, ada juga yang sangat mendukung proyek itu.
Seyed Sheriffdeen, Sekretaris Misi Islam Australia di negara bagian Victoria, mengatakan mereka memprotes rencana pembangunan masjid karena didorong oleh sentimen 'anti-Islam'.
Sheriffdeen mengatakan penentang masjid, yang kebanyakan bukan penduduk Bendigo, tidak rasional karena mengaitkan tempat ibadah dengan terorisme dan jihad. " Ini benar-benar rasisme," katanya kepada The Anadolu Agency.
" Kami telah menggunakan hukum demokratis negeri ini. Kami tidak meminta sesuatu yang luar biasa. Kami memasukkan proposal kepada dewan untuk diterima atau ditolak. Kami membuat beberapa perubahan desain seperti yang diminta dan itu diterima."
Dewan Kota Bendigo menyetujui pembangunan masjid pertama di kota pada pertemuan pada Juni lalu. Sementara itu penentang pembangunan masjid berencana memperjuangkan penolakan mereka ke Badan Sipil dan Administrasi Victoria di Melbourne pada Minggu ini.
Persetujuan pembangunan masjid yang direncanakan menelan dana AUD 3 juta itu telah menimbulkan perpecahan di kota bersejarah Bendigo dan menuai kritik serta kemarahan.
Kampanye anti-pembangunan masjid terus didengungkan di Bendigo. Para penentang melakukan intimidasi dengan menggantung balon udara warna hitam di depan rumah pendukung pembangunan masjid.
Sebuah pamflet juga disebar pada pertemuan anti-pembangunan masjid yang berbunyi; masjid tidak seperti gereja atau kuil. Masjid adalah pusat pemerintahan, pusat komando, pengadilan, dan dalam beberapa kasus digunakan sebagai pusat pelatihan militer dan tempat menyimpan senjata.
Menanggapi hal itu, para pemimpin di Bendigo menyerukan toleransi dan menolak fanatisme. Setelah pesan tersebut tersebar, warga Bendigo lainnya membawa balon udara warna-warni sebagai bentuk dukungan terhadap semua keyakinan.
Putusan Badan Sipil dan Administrasi Victoria mengenai lanjut atau tidaknya pembangunan masjid itu akan diumumkan akhir pekan ini.
(Ism, Sumber: World Bulletin)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya