Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mesut Ozil (http://crinkly-ears.livejournal.com/)
Dream- Lelaki itu menengadahkan kedua tangannya. Kepalanya merunduk. Mata hitamnya yang besar menatap rumput hijau. Riuh puluhan ribu penonton di tribun stadion tak membuat dia kehilangan konsentrasi. Mulutnya terlihat bergumam. Melantunkan doa singkat. Dia pun mengusap wajahnya. Tepat sebelum wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan.
Sering tertangkap kamera tengah menengadahkan tangan berdoa sebelum memulai pertandingan, gelandang serang asal Jerman, Mesut Ozil, sering dinilai sebagai muslim yang taat. Banyak cerita yang terangkat dari ritual yang dilakukan lelaki kelahiran, Turki, 15 Oktober 1988 itu.
Ozil mengaku kekuatannya datang dari setiap pengharapannya kepada Allah SWT yang dipanjatkannya sebelum pertandingan. “ Saya selalu memohon pada Allah untuk memberikan saya keberhasilan. Itulah resep sukses saya selama ini,” ucapnya.
Ozil berasal dari keluarga Muslim taat asal Turki yang menjadi imigran di negara Jerman. Ajaran Islam dari keluarganya membuat dia tumbuh menjadi muslim yang tetap menjalankan perintah agama meski dia hidup di lingkungan yang jauh dari Islam.
Selain kebiasaannya berdoa sebelum pertandingan, dia juga selalu salat dan membaca Al Quran. Kegemarannya membaca Al Quran sudah jadi pengetahuan umum teman-teman di klub atau di tim nasional.
Tidak hanya itu. Saat bulan Ramadan, Ozil tetap menjalankan ibadah puasa. Meski, pada Ramadan tahun 2014 lalu, saat tim nasional (timnas) Jerman sudah masuk babak 16 besar Piala Dunia, Ozil mengaku tidak berpuasa. Alasannya, dia harus melakukan latihan intensif karena pertandingan sudah masuk tahap kritis dan menentukan.
" Ramadan akan dimulai akhir pekan ini, tapi saya tidak akan ikut berpuasa dulu karena saya harus bermain sepakbola," kata Ozil dikutip dari laman Dawn.com, Juni lalu.
Ozil yang kini memperkuat klub Liga Premier Inggris, Arsenal, dinilai sebagai salah satu pemain handal. Meski tidak begitu banyak gol yang dihasilkannya, tetapi peran dia sebagai gelandang serang tak terbantahkan. Ia kerap memberikan umpan bola-bola matang yang membantu rekannya untuk membobol gawang lawan. Kemampuan ini membawanya ke puncak popularitas.
***
Ozil memulai karier sepakbola di klub kota kelahirannya Schalke 04 di Bundesliga pada tahun 2006. Ia kemudian ditransfer ke Werder Bremen pada tahun 2008.
Pada Agustus 2010, raksasa La Liga, Real Madrid, kepincut dengan aksi Ozil di lapangan hijau. Aksi memikat Ozil di Piala Dunia 2010 sebagai pemain muda timnas Jerman yang berhasil mengantar Jerman sebagai juara kedua kala itu memikat raksasa sepakbola Spanyol itu untuk merekrutnya.
Tapi pesona Ozil belum habis. Pada hari batas waktu transfer musim panas 2013 lalu, ia pindah ke Arsenal dengan rekor transfer klub £42,5 juta. Transfer itu membuat dia menjadi pemain sepak bola Jerman termahal sepanjang masa.
Karir Ozil di tim nasional Jerman memang dimulai sejak usia muda. Ia merangkak dari tim yunior. Özil baru menjadi anggota tim nasional senior Jerman sejak 2009.
Itu terjadi setelah Ozil memutuskan berpindah kewarganegaraan dari Turki ke Jerman pada tahun 2007. Tindakan ini dinilai cukup berani. Karena, ketika itu, Timnas Turki juga tengah gencar mengincar dirinya.
Akibat keputusan yang diambilnya tersebut, Ozil mendapat julukan " The Lost Boy" oleh warga Turki. Namun, Ozil telah yakin dengan keputusan menolak tawaran Timnas Turki dan siap menerima segala konsekuensinya.
Ozil mulai mendapat perhatian internasional di Piala Dunia FIFA 2010 dan sempat dinominasikan untuk Golden Ball Award, yang diberikan kepada pemain terbaik turnamen. Penampilan Ozil kala itu memang bersinar. Saat itu Jerman berhasil menjadi runner up setelah dikalahkan Spanyol di final dengan skor 0-1.
Pada Piala Dunia 2014 kemarin, Ozil kembali memperkuat tim nasional sepakbola Jerman. Namun, di perhelatan kali ini, peran Ozil sempat dianggap tidak secemerlang seperti empat tahun lalu.
Bahkan, banyak yang sempat meragukan kontribusi Ozil menjelang pertandingan melawan Brasil di semifinal, Selasa 8 Juli 2014. Namun asisten pelatih Jerman, Hensi Flick, menepis keraguan itu.
" Mesut mendapat tugas yang berbeda dalam Piala Dunia kali ini. Dan kami melihat kemampuannya terus membaik sepanjang turnamen ini," kata Flick seperti dikutip Forbes.
Alhasil Ozil pun tetap turun ke lapangan. Dan, sejarah kemudian menulis tinta emas: Jerman juara Piala Dunia 2014.
***
Setelah bermain di Real Madrid dan memimpin di La Liga melalui pemberi assist atau umpan matang berbuah gol tertinggi di tiga musim berturut-turut, Ozil bergabung dengan Arsenal tahun lalu.
Dia dibeli dengan transfer US$ 65.000.000 (sekitar Rp 764 miliar). Nilai itu hampir tiga kali lipat transfer termahal sebelumnya dalam sejarah The Gunners dan menempati peringkat ketiga transfer tertinggi dalam sejarah sepakbola Inggris.
Menurut majalah Forbes, Ozil menempati peringkat ke-89 sebagai atlet dengan bayaran tertinggi di dunia. Kesepakatan Ozil yang terbesar di luar lapangan adalah dengan pabrikan alat olahraga Adidas. Ozil menandatangani kontrak tujuh tahun dengan Adidas pada tahun 2013 bernilai $ 35 juta (sekitar Rp 411 miliar) sebagai brand image bagi sepatu Adidas Predator.
Meski mendapatkan penghasilan sebesar itu, Ozil tidak lantas lupa diri. Dia tak lupa menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial. Berbagai aksi filantropi dilakukannya. Salah satunya, memberikan sumbangan bagi 11 anak di Brazil untuk menjalankan operasi.
" Sebelum Piala Dunia, saya mendukung 11 anak-anak Brasil yang sakit untuk menjalani operasi. Sejak menjadi juara Piala Dunia, saya bersama rekan satu tim akan menaikkan jumlah itu menjadi 23 anak," tulis gelandang 25 tahun itu dalam akun Facebook-nya.
Tidak hanya itu, dia juga dikabarkan menyumbang 350 ribu poundsterling atau sekitar Rp 7 miliar untuk anak-anak di Gaza Palestina. Uang tersebut berasal dari total hadial yang ia terima dari bonus kemenangannya di final Piala Dunia 2014 sebesar 237 ribu pounds dan menang di semifinal sebesar 118 ribu pounds.
Kepeduliannya terhadap rakyat Palestina juga ditunjukkannya pada ajang Piala Dunia 2014. Saat Jerman menjadi sorotan usai kemenangannya di final melawan Argentina, Ozil menjadikan kesempatan tersebut untuk ajang aksi pengecaman dirinya terhadap penyerbuan tentara Israel ke pemukiman sipil muslim Palestina.
Di situ ia menolak berjabat tangan dengan salah satu anggota FIFA yang dianggap mendukung Israel. Hal ini seperti dilansir dalam Middle East Monitor.com, Jumat 17 Juli 2014. Ozil memang dikenal kerap memberikan pernyataan terbuka untuk menentang invasi militer Israel ke Palestina.
Sebagai salah satu pesepakbola muslim tersohor, Ozil memang tak mabuk dengan harta dan popularitas. Kesukaannya berderma dan kepeduliannya pada nasib warga Palestina membuat sosoknya komplet. Handal di lapangan hijau, peduli pada sesama…. (eh)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya