Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kehidupan orang-orang kaya kerap membuat banyak pihak iri. Publik kadung menganggap para hartawan ini hidup serba kecukupan tanpa beban pikiran.
Anggapan ini ternyata keliru. Para hartawan kerap gali lubang tutup lubang untuk memenuhi kebutuhan uangnya.
Hasil survei dari MaritzCX seperti dikutip laman CNBC, Jumat, 19 Juni 2015 menyebutkan 1 dari 5 orang dengan kekayaan US$ 100 ribu-1 juta merasa hidupnya terjerat utang.
Kondisi yang sama dialami 1 dari 10 orang dengan harta US$ 1 juta-10 juta. Alhasil mereka pun harus hidup dari utang ke utang.
Di antara 1.044 investor yang disurvei pada November-Desember, sebanyak 45 persen mengaku cemas tak punya pendapatan cukup untuk menyongsong pensiun.
Sementara 30 persen orang kaya percaya mereka harus bekerja sepanjang hidupnya.
" Bahkan ketika Anda mulai melihat orang-orang yang mengelola kekayaan, mereka khawatir dengan masa depan dan masa pensiun," kata Senior Director Strategic Consultang dari MartizCX, Rich Brose.
Menurut Brose, para hartawan ini juga menghadapi masalah yang sama seperti kebanyakan masyarakat kelas menengah dan orang-orang yang harus berjuang lebih keras.
Beberapa orang kaya bahkan masih harus berjuang setelah dihantam krisis pada 2008.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya