Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Dream - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, membuat publik terkejut. Namanya termasuk dalam daftar salah satu pendonor konvalesen.
Padahal, selama ini tidak pernah ada kabar Airlangga terkena Covid-19. Dia hanya sempat tidak terlihat pada November 2020.
Kabar ini pertama kali diungkap Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.
Saat berada di kantor Palang Merah Indonesia pada Senin, 18 Januari 2021, Muhadjir mengatakan Airlangga menjadi salah satu pendonor plasma konvalesen.
Tetapi, Airlangga sendiri tak mau memberikan keterangan terkait pernah terinfeksi Covid-19. Dia hanya menjelaskan donor plasma untuk menolong pasien Covid-19.
" Plasma konvalesen diberikan oleh donor yang penyintas Covid-19 maksimal tiga bulan setelah sembuh," ujar Airlangga, dikutip dari Merdeka.com.
Airlangga mengatakan hingga saat ini penyintas Covid-19 tercatat sebanyak 745.935 kasus. Apabila terdapat 10 persen penyintas mendonorkan plasma darahnya, dapat menyelamatkan 70 ribu jiwa.
Sedangkan PMI, kata Airlangga, punya target mengumpulkan 5.000 plasma per bulan atau 60 ribu per tahun. Dia meminta masyarakat untuk menyukseskan gerakan donor plasma.
" Sukseskan saja gerakan donor plasma darah sebagai bagian dari bersyukur sekaligus menyelamatkan jiwa. Kapan lagi Anda bersyukur dan menyelamatkan jiwa manusia, sesama kita?" ucap Airlangga.
Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, menyatakan pihaknya tidak pernah mendapatkan informasi mengenai Airlangga yang terinfeksi Covid-19. Juga tidak ada pemberitahuan resmi.
" Kami tidak tahu juga kalau positif dan tidak ada pemberitahuan resmi," kata Heru.
Heru mengatakan, seharusnya Airlangga mengumumkan kondisinya saat mengalami Covid-19. Demikian pula dengan Kemenko Perekonomian, seharusnya membuat pengumuman menterinya terkena Covid-19.
" Harus yang bersangkutan yang menyampaikannya sendiri bahwa seseorang yang terpapar Covid-19 harus dari yang bersangkutan dan harus dari Kemenko jubirnya (juru bicara) yang harus sampaikan ke publik," ucap Heru,
Sementara, Menko PMK Muhadjir Effendy, juga mengaku tidak tahu secara pasti mengenai kabar Airlangga terkena Covid-19. Dia pun meminta hal itu ditanyakan langsung ke Airlangga.
" Secara pasti saya tidak tahu, sebaiknya tanyakan langsung kepada beliau," ucap Muhadjir.
Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam