Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Santa Cruz Del Islote (news.com.au)
Dream - Inilah tempat paling padat yang pernah ditingali manusia di seluruh permukaan Bumi. Di sini tidak ada dokter dan listrik hanya menyala lima jam sehari. Tempat ini juga tidak punya saluran air minum atau sistem pembuangan limbah.
Untuk urusan air bersih, penduduknya hanya bisa mengandalkan pasokan dari Angkatan Laut yang datang tiga minggu sekali.
Selamat datang di Santa Cruz del Islote, sebuah tempat yang sangat padat yang terletak di Kepulauan Karibia, Kolombia. Dengan luas hanya 0,012 kilometer persegi, kota kecil ini ditinggali populasi sebanyak 1.200 orang. Tak heran jika kota ini empat kali lebih padat dari kota Manhattan di New York, Amerika Serikat.
Cerita rakyat setempat menyebutkan, kota di salah satu gugusan Pulau San Bernardo, Islote, Kolombia ini ditemukan 150 tahun yang lalu oleh sekelompok nelayan kota pantai Baru yang berjarak 50 kilometer dari Islote.
Saat sandar di pulau ini, para nelayan itu merasa nyaman karena tidak nyamuk di tempat itu, yang merupakan sesuatu yang langka saat itu.
Kini, kota ini sudah dipenuhi 90 rumah, dua toko, satu restoran dan sebuah sekolah. Ruang kosong sangat terbatas di pulau ini hingga banyak dari rumah dibangun di atas air yang menjadikan sebagian daratan pulau ini adalah daratan buatan.
Satu-satunya ruang kosong terbuka bagi orang untuk berkumpul hanyalah sebuah halaman yang ukuran hanya setengah lapangan tenis.
Sebagian besar penduduknya bekerja di pulau-pulau terdekat, dan kehidupan di sini digambarkan sebagai damai, dengan anak-anak berperilaku baik dan pintu tidak pernah terkunci.
" Hidup di sini tenang dan menyenangkan," kata Julio Juvenal, 66, keturunan pendiri Islote, kepada Toronto Star seperti dikutip Dream, Jumat, 24 Juli 2015. " Kami tidak mengalami kekerasan, kami tidak perlu polisi, kami semua tahu satu sama lain dan kami menikmati hari-hari kami."
Meskipun tidak ada kejahatan, Islote punya seorang penjaga keamanan. Dia ditempatkan di sana karena Kolombia yang mendanai sekolah yang dihadiri oleh 80 anak-anak. Hukum Kolombia menyatakan bahwa harus ada penjaga untuk setiap sekolah.
Jika ada yang meninggal, maka jenazahnya akah dikubur di pulau-pulau terdekat karena Islote tidak punya lahan lagi untuk dijadikan pemakaman umum.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya