Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Tak Pernah Putus Asa, Kisah Ayah Temukan Anak Hilang Diculik Setelah 22 Tahun
Dream - Beberapa ayah kerap dianggap sebagai sosok yang dingin dan cuek terhadap anak-anaknya. Berbeda dengan ibu yang selalu digambarkan sebagai sosok yang lembut, penyayang dan sering memanjakan anaknya.
Meski begitu, bukan berarti kasih sayang ayah tidak sebesar ibu. Ayah juga menyayangi anaknya, namun memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kasih sayang tersebut.
Seperti kasih sayang dan perjuangan ayah satu ini dalam mencari sang anak yang hilang selama 22 tahun. Putranya ditemukan di sebuah kota yang berjarak 900 kilometer dari tempatnya diculik.
Pada 9 Oktober 2001, Lei Wuze meninggalkan rumahnya di Yueyang, Provinsi Hunan tanpa mengetahui bahwa itu akan menjadi terakhir kali dia melihat putranya selama lebih dari dua dekade.
Pria tersebut meninggalkan anak laki-lakinya yang berusia 4 tahun, Yuechuan, bermain di bawah pengawasan salah satu tetangganya.
Wanita itu kemudian memberi tahu polisi bahwa mereka telah bertemu dengan seorang pria yang mencurigakan di jalan yang kemudian menjebak bocah itu dan menculiknya ketika dia tidak memperhatikan.
Lei sangat terpukul, tetapi dia tidak pernah kehilangan harapan suatu hari nanti untuk melihat putranya lagi.
Tak ingin hanya menunggu jawaban polisi, Lei memulai perjalanannya mencari sang anak.
Ia berjalan di sekitar Yueyang sambil memegang foto putranya dan bertanya kepada orang-orang di jalanan apakah mereka melihat putranya.
Tahun-tahun berlalu, tetapi Lei Wuze tetap bertahan, dan tahun ini, ketangguhannya akhirnya membuahkan hasil.
Selama dua dekade terakhir mencari putranya, Lei Wuze bertemu dengan lebih dari 300 polisi.
Dilansir dari Oddity Central, keajaiban bagi Lei Wuze menggunakan aplikasi pengenal wajah mutakhir yang dijuluki " Prototipe Pengenalan Wajah 2.0" oleh pers Tiongkok.
Perangkat lunak itu digunakan oleh polisi untuk menemukan kemungkinan kecocokan menggunakan model penuaan berdasarkan foto Lei Yuechuan sebagai seorang anak.
Awal tahun ini, Wuze diberi tahu bahwa DNA-nya sangat cocok dengan pria berusia 26 tahun di Shenzen, lebih dari 900 kilometer jauhnya dari tempat penculikan Yuechuan. Tes DNA kedua dilakukan, dan kecocokan dikonfirmasi.
Menariknya, Wuze pernah ke Shenzhen beberapa kali namun tidak pernah menemukan sang putra. Lei Wuze telah membelikan hadiah ulang tahun putranya setiap tahun meskipun dia tidak pernah pulang ke rumah. Lei akhirnya bertemu dengan Yuechan yang berusia 26 tahun pada akhir bulan lalu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam