Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Wanita Ini Kurung Balitanya Di ‘Kandang’ Saat Jualan (Foto: Screengrab/Weibo)
Dream - Ketika terbelit ekonomi dan kepala keluarga tidak mau menafkahi, sosok ibu akan turun tangan untuk mencari uang demi anak-anaknya. Tak jarang, para ibu harus banting tulang untuk bekerja.
Seperti kisah seorang ibu di China berikut ini. Akibat suaminya yang tidak pernah mencari uang, ibu tersebut pun berjualan es jelly berbagai rasa.
Ceritanya sempat menjadi viral. Lantaran dia membawa anak balitanya dan dikurung di dalam ‘kandang’ alias jeruji di balik kereta dorong yang digunakan untuk berjualan.
Wanita ini terpaksa melakukan itu karena dia tak bisa membayar biaya penitipan anak. Demi memastikan anaknya aman saat berjualan, dia harus mengurungnya.
Mengutip Business Insider India, dalam video yang merekam saat ia berjualan. Ketika dilihat dari depan, kereta dorong yang digunakan tampak biasa saja, sebab jeruji kereta itu ditutupi tulisan.

Namun di balik jeruji itu ada seorang balita laki-laki yang menemani ibu tersebut. Dalam sebuah wawancara, ibu yang tidak disebutkan namanya itu berasal dari Kota Tongren di provinsi barat daya Guizhou.
Dia mengatakan bahwa dia tidak punya pilihan selain membawa anaknya yang berusia dua tahun untuk bekerja.
Wanita ini mengungkap bahwa keluarganya miskin dan dia tidak mampu menitipkan anaknya ke pengasuhan. Mengurungnya menjadi cara agar anaknya tidak berlarian dan mendapat masalah. Dia pun bekerja sekitar delapan jam sehari.
" Kami tidak punya uang. Setiap kali tiba waktunya untuk membeli susu bubuk, kami tidak punya uang. Kami makan satu kali dan tidak ada uang tersisa untuk yang berikutnya," kata wanita itu.

Dia menambahkan bahwa anak itu tidak dapat ditinggal bersama ayahnya karena ayahnya tidak peduli dan lebih banyak menghabiskan seluruh waktunya untuk bermain game online.
“ Saya mencoba membiarkannya keluar ketika tidak ada pelanggan. Saya tahu anak saya sangat menderita," lanjutnya.
Tahun lalu, Presiden China Xi Jinping mengklaim bahwa China telah menghapus kemiskinan ekstrem, dengan mengatakan bahwa pemerintahnya telah mengangkat 98,99 juta orang di daerah pedesaan yang miskin dari kemiskinan.
Pada tahun yang sama, pemerintah China juga mendorong pasangan untuk memiliki lebih banyak anak, dengan kebijakan yang memungkinkan orang memiliki hingga tiga anak.
Namun, banyak pasangan di China mengatakan, mereka tidak mampu untuk memulai keluarga, salah satu faktornya karena tingginya biaya membesarkan anak.
Sumber: Business Insider India
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan