Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Mstar
Dream - Hari raya Idul Fitri merupakan momen saling bersilaturahmi bagi umat Islam. Tak hanya saling memaafkan, tapi juga saling memberi bingkisan, amplop atau hadiah agar silahturahmi makin hangat.
Biasanya, ucapan Idul Fitri atau silahturahmi dilakukan pada saudara, kerabat, teman atau orang yang dikenal. Berbeda dengan seorang pria bernama Amir Oman Hafiz, ia justru ingin bersilahturahmi dengan Sultan Brunei yang terkenal kaya raya.
Melansir Mstar, pria berusia 31 tahun ini bercerita sering mengirimkan kartu ucapan hari raya kepada Sultan Brunei. Siapa sangka kalau pihak Istana Brunei membalas ucapan Idul Fitrinya yang disampaikan melalui kartu tersebut. Amir juga menyimpan surat-surat balasan dari Sultan Hassanal Bolkiah sebagai koleksi.

“ Kami mengenal budaya kartu raya ini sejak kecil. Pada suatu waktu, tahun 2003, ketika adik saya mendapat ide setelah menonton berita tentang Sultan Brunei, kami ingin mengirimkan kartu raya,” ungkapnya.
Karena saat itu belum ada internet, maka ia meminta tolong kepada ibunya untuk mencari alamat istana Sultan Brunei. Setelah mendapatkan alamatnya, ia mulai menyusun kartu ucapan hari raya Idul Fitri untuk sosok istimewa tersebut.
“ Saat itu kami masih kecil tapi kamu belajar bahasa istana dari film-film almarhum P Ramlee. Harus ada cara untuk berdoa kepada sultan,” katanya.

Saat itu, mereka membeli kartu ucapan lebaran dari toko buku seharga 50 sen dengan tema majalah Ujang dan Usop Sontorian.
“ Kami sudah menguasai kosa kata bahasa istana, misalnya “ maafkan tuanku, ampuni ribuan’ dan ‘sembah patik’. Kami hanya menulis dengan tangan. Kami juga sempat meminta uang raya (THR) dari Tuanku tapi mulai hari ini kami masih belum menerimanya,” ungkapnya.
Tak disangka, ternyata mereka mendapatkan balasan dari orang istimewa itu. Hal ini membuat mereka bahagia luar biasa hingga melompat kegirangan.

Pasalnya, apabila mengirimkan ke teman saja belum tentu dibalas. Sebuah kebahagiaan, saat mengirimkan kartu Idul Fitri ke Sultan Brunei, mereka mendapatkan balasan.
“ Kami sangat bangga. Kami menyadari bahwa kartu raya tersebut bukan dari Sultan Brunei secara pribadi melainkan istana yang mewakilinya,” ujarnya.
Meski begitu, ia merasa sangat istimewa apalagi di bagian amplopnya tertulis “ Yang Mulia”, ditambah lagi dibubuhi oleh stempel khusus Sultan Brunei.
“ Kami menunjukkan amplop itu kepada satu keluarga. Sejak saat itu sudah menjadi rutinitas saya mengirim kartu lebaran ke Sultan Brunei setiap tahun di istana harus membalasnya. Setiap kartu ucapan saya kumpulkan menjadi koleksi” kata Oman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya