Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Tak Terima Dikritik, Penjual Nasi Goreng Ini Laporkan Pembeli Ke Polisi
Dream - Kritik dan saran konsumen sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi bisnis agar dapat semakin berkembang.
Namun, kritik harus disampaikan dengan baik agar pemilik usaha dapat menerima dengan baik pula. Jangan sampai saat memberi kritik, pelanggan harus berurusan dengan kepolisian.
Dilansir World Of Buzz, pemilik restoran membawa permasalahan kritikan konsumen ke meja hijau. Konsumen tersebut merupakan seorang wanita yang memberikan kritiknya melalui video yang diunggah di akun TikTok pribadinya.
Wanita tersebut mengaku bahwa pesanan nasi goreng Pattaya yang ia pesan di restoran Kedah cukup mahal. Dengan harga Rp31 ribu, wanita itu hanya dapat nasi goreng dengan telur dan sedikit saus.
Ditambah lagi dengan biaya pengantar, wanita tersebut harus membayar biaya tambahan dengan total harga Rp44 ribu.
Wanita itu mengaku tidak puas dengan makanan yang ia pesan karena harganya cukup mahal. Merespon video tersebut, pemilik restoran Kedah sempat membalasnya dengan video menjelaskan mengenai makanan itu.
Ia mengatakan bahwa harga asli nasi goreng Pattaya di restorannya hanya Rp19 ribu." Kalau Anda membeli langsung ke restoran saya, harganya hanya Rp19 ribu saja," ucap pemilik restoran di video yang ia posting.

Video pemilik restoran tersebut mendapat respon buruk dari netizen. Banyak dari mereka menyayangkan sang pemilik usaha yang tidak bisa menerima kritik dan penilaian dari pelanggannya sendiri.
Hal ini membuat pemilik restoran geram dan memutuskan untuk melaporkan ke polisi. Ia melaporkan dengan tuduhan wanita tersebut telah mengganggu, merusak, dan mengancam reputasi restorannya.

Wanita yang sebelumnya mengkritik makanan itu kemudian memposting video baru sebagai bentuk permintaan maaf karena telah merusak citra restoran Kedah.
" Permintaan maaf sebesar-besarnya karena telah mencoreng nama restoran Anda. Saya tidak ingin melawan. Itu semua salah ku, jangan marah lagi ya," ucap wanita pada video sambil tersenyum.
Video tersebut menuai dukungan dari para pengguna TikTok lainnya.
" Hahahah 😂😂😂 ini pertama kali aku lihat pemilik usaha lapor ke polisi karena masalah nasi goreng Pattaya 😂😂."
" Saya kasihan pada polisi yang harus mengurus laporan ini 🙏🏻😭😭."
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya