Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jakarta (Foto: Shutterstock)
Dream - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan wilayah Jakarta telah mengalami penurunan tanah mencapai 12 sampai 18 sentimeter per tahun, akibat penggunaan air tanah yang berlebihan atau over extraction.
Karena itulah dia meminta pada 2030 warga Jakarta berhenti menggunakan air tanah. Dia menyebut menyuplai air bersih perpipaan atau air permukaan menjadi kunci utama untuk mencegah penurunan permukaan tanah Jakarta.
Menurut Basuki, cara itu bisa menghentikan penurunan tanah Jakarta, sebagaimana dilakukan oleh Bangkok, Thailand, dan Tokyo, Jepang.
" Kalau ini semua sudah bisa kita selesaikan dan bisa menyuplai rakyat Jakarta, maka kita pada tahun 2030 pasti bisa menyampaikan kepada rakyat untuk berhenti memakai air tanah," katanya dikutip dari Merdeka.com, Rabu, 22 Februari 2023.
Pemerintah saat ini mengupayakan pembangunan tiga proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yakni SPAM Jatiluhur I, SPAM Juanda yang direncanakan akan melayani pemenuhan air bersih 3.200 liter/detik dan yang ke tiga nanti dari SPAM Karian Serpong yang direncanakan 3.500 liter/detik.
Sedangkan SPAM Regional Ir. H. Djuanda nantinya akan melayani pemenuhan air baku di area DKI Jakarta (3.500 liter/detik), Kabupaten Bekasi (2.000 liter/detik), Kabupaten Bogor (2.000 liter/detik), Kota Bekasi (1.000 liter/detik), dan Kabupaten Karawang (850 liter/detik) dengan memanfaatkan alokasi air baku dari Waduk Jatiluhur sebesar 10.000 liter/detik.
Sementara itu, pakar Iklim dan Meteorologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edvin Aldrian juga menyampaikan bahwa faktor tenggelamnya sebagian wilayah Jakarta bukan karena pemanasan global, melainkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang disebabkan pengambilan air tanah secara berlebihan.
" Jadi, ini mohon diluruskan ini bukan karena perubahan iklim, tapi lebih banyak karena land subsidence yang terjadi," ujarnya.
Berdasarkan data Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), kenaikan muka air laut secara global yang diakibatkan pemanasan bumi mencapai 3,6 milimeter saja. Data yang sama juga dikonfirmasi oleh data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
" Laporan dari BPPT tahun 2010, angka kenaikan air laut di Jakarta itu 3,7 milimeter per tahun. Nah angka ini yang jadi patokan, tadikan di IPCC 3,6 milimeter. Angka itu hampir-hampir mirip," ujarnya.
Sementara itu, penurunan muka tanah di Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan oleh pemanasan global yakni mencapai lebih dari 112 cm.
" Ternyata ada 112 cm di Jakarta Utara itu. Itu lebih disebabkan karena penurunan muka air," papar dia.
Dari penjelasan di atas, faktor penurunan tanah, menurut Edvin karena penggunaan yang berlebih terhadap air bawah tanah. " Ya, biasanya karena terlalu banyak air dipompa ke atas keluar untuk minuman," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya