Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tangis Haru Perawat Bisa Pulang Ke Negaranya (TikTok)
Dream - Pandemi menimbulkan rasa sakit bagi banyak orang. Tidak hanya pada mereka yang terkena infeksi namun juga orang-orang dalam perantauan.
Mereka terpaksa bertahan di negeri orang. Meski sudah sangat rindu keluarga, mereka harus memendamnya karena tak bisa pulang kampung.
Sehingga, bisa kembali ke kampung halaman tentu sangat membahagiakan. Seperti dialami seorang perawat satu ini, Tracy Jantom, 26 tahun.
Tracy asal Malaysia bekerja di sebuah rumah sakit di Singapura. Lantaran pandemi, dia tertahan di negeri orang dan tidak bisa pulang kampung.
Begitu penerbangan dibuka kembali, Tracy tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk pulang. Dia tak kuasa menahan tangis sebab rindu yang sudah menumpuk pada keluarganya.
Momen kebahagiaan itu dia bagikan lewat TikTok. Tracy memulai video saat meninggalkan apartemennya di Singapura dan saat boarding pesawat.
Selama terbang, dia ditawari kue muffin dan mulai memakannya. Dia mulai menangis, tidak percaya akhirnya bisa pulang.
" Hanya tidak percaya akhirnya aku bisa pulang setelah semua yang sudah aku alami. Menangani pandemi sebagai garda terdepan tidaklah mudah," kata Tracy.
Dikutip dari World of Buzz, Tracy menjelaskan dia pindah ke Singapura untuk menempuh gelar Sarjana Keperawatan paruh waktu di sela pekerjaannya sebagai perawat penuh waktu di rumah sakit setempat. Ketika pandemi melanda dan perbatasan ditutup, dia tidak dapat melihat keluarganya selama dua tahun.
Saat pesawatnya akhirnya mendarat di tanah Malaysia, Tracy sangat tersentuh ketika pilot mengucapkan kata-kata ikonik, " ... dan untuk semua orang Malaysia, selamat datang di rumah."
Namun itu bukan langkah terakhir karena Tracy harus mengambil penerbangan lanjutan ke Miri. Ketika tiba, dia hanya dapat bertemu keluarganya dari jarak jauh karena harus dikarantina selama tujuh hari.
Kini, Tracy sudah berada di rumahnya. Dia punya kesempatan libur satu bulan sebelum kembali bekerja.
@trcyjntm you made it, tracy ❤️
♬ To the Bone - Pamungkas
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya