6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Tangerang dituntut bekerja keras dalam tiga hari terakhir ini. Kebakaran yang melanda sebuah pabrik yang dipenuhi korek api gas di Kecamatan Pakuhaji membuat mereka tak bisa beristirahat.
Diketahui api mulai melahan gudang pabrik tersebut pada Selasa, 2 November 2021 sekitar pukul 15.40 WIB.
" Kita hampir 3 hari mencoba memadamkan api, namun memang karena material yang mudah terbakar, maka sampai saat ini masih sulit untuk dipadamkan," ungkap Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, Jumat, 5 November 2021 dikutip dari Liputan6.com.
Area kebakaran yang masih sulit dipadamkan berada di bagian belakang pabrik yang menjadi gudang korek gas tersebut.
Tim Damkar telah berusaha menggunakan cairan khusus, namun api belum sepenuhnya bisa dijinakkan. " Sedangkan area depan sudah pendinginan," ujarnya.
Munir mengatakan, satu unit mobil pemadam kebakaran dan sejumlah petugas dari pos Pakuhaji masih bersiaga di lokasi kebakaran untuk terus memantau keadaan.
" Kami harap hari ini bisa padam 100 persen," ungkapnya
Sementara itu mengutip laman bantentoday.com, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang, Bambang Sapto mengatakan api yang membakar gudang korek api gas tersebut sudah berhasil dipadamkan.
" Kami beri semangat langsung kepada tim pemadam kebakaran yang sudah 3 hari berjuang madamkan api," ujarnya.
Menurut informasi yang diperoleh BPBD Kota Tangerang, sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Proses pemadaman api sulit dilakukan dengan cepat karena terletak di bawah reruntuhan bangunan dan bahan yang mudah terbakar.
" Gudang tersebut baru disewa 1 tahun yang lalu," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir.
Dream - Kebakaran pabrik mercon milik PT Panca Buana Cahaya di Jalan Raya Selembaran, Cengklong, Kosambi, Tangerang, Banten, menjadi sorotan media luar negeri. Media-media tersebut melampirkan korban yang berjumlah hingga 47 orang.
Media-media asing antara lain dua media Inggris, The Guardian dan The Telegraph, media Amerika Serikat USA Today, ABC News Australia, hingga Kuwait Times membuat berita peristiwa memilukan ini.
The Telegraph Inggris menurunkan judul Indonesia fireworks factory disaster kills at least 46 people, sementara itu ABC News Australia memberi judul Jakarta fireworks factory disaster kills 47, adapun Kuwait Times membuat judul Indonesia fireworks factory explosions kill 47, injured dozen.
Laman The Guardian Inggris menyebut bahwa di Indonesia kebakaran yang menyebabkan kematian kerap terjadi di Indonesia. " Ini disebabkan karena standar keselamatan yang buruk dan kerap dilanggar," tulis The Guardian.
Masih dari Inggris, The Telegraph menurunkan artikel berjudul Indonesia fireworks factory disaster kills at least 46 people yng menilai musibah itu sebagai malapetaka. Laman ini menyoroti jumlah korban dan posisi pabrik yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat.
Sementara itu, USA Today menurunkan laporan dengan menyebutkan musibah itu sebagai kebakaran mematikan. Dalam laporan dia menulis mengenai kondisi api yang menjilat-jilat hingga keluar gudang. " Polisi melaporkan bahwa api yang menyebar, setelah ledakan dan atap pabrik ambruk," tulis USA Today.
Dari negara tetangga, Australia, laman ABC yang menurunkan judul Fireworks factory fire in Indonesia kills 47, mostly women menyoroti kondisi pekerja yang bekerja dalam kondisi memprihatikan karena polusi suara mesin. Sebagian besar pegawai adalah wanita muda dan para remaja putri. Namun para pegawai membantah jika pabrik terkunci saat musibah terjadi.
Saat ini polisi telah menemukan penyebab kebakaran itu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Argo Yuwono mengatakan penyebab kebakaran bermula dari tempat penjemuran kembang api yang merembet hingga ke penggilangan dan bahan-bahan mentah pembuatan mercon.
Para korban selamat, kata Argo, berhasil lolos dari kobaran api karena menerobos api dan kepulan asap untuk menuju pintu depan pabrik.
" Jadi keterangan dari saksi, ada beberapa orang korban yang lari lewat pintu depan," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
