Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banjir Bandang Kota Batu (Liputan6.com)
Dream - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Kota Batu, Jawa Timur bertambah. Data BPBD Kota Batu mencatat hingga pukul 06.00 WIB pada Jumat, 5 November 2021, korban tewas menjadi 6 orang.
Pelaksana Tugas Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BPBD, Abdul Muhari, mengatakan data ini diperoleh usai adanya laporan dari BPDB Kota Batu dari hasil pencarian korban hilang. Proses pencarian dijalankan tim gabungan terdiri dari BPBD Kota Batu, PMI< Basarnas, TNI, Polri, serta personel lintas instansi terkait.
" Dari temuan tersebut, maka jumlah korban meninggal dunia sementara menjadi 6 orang," kata Muhari, dikutip dari Merdeka.com.
Muhari mengatakan tim gabungan sebelumnya berhasil menemukan dan mengevakuasi enam korban yang dinyatakan hilang. Saat ini tersisa tiga orang yang belum ditemukan.
" Hingga saat ini ada 3 warga lainnya yang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian," kata Muhari.
Untuk mempercepat proses pencarian, tim menyisir anak sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Sementara tim lain fokus pada pembersihan material lumpur dan puing yang hanyur dari lereng Gunung Arjuna.
Berikut identitas korban meninggal dunia banjir bandang Kota Batu.
1. Wiji, warga Desa Bulukerto,
2. Sarip, warga Desa Bulukerto,
3. Adi Wibowo, warga Desa Bulukerto,
4. Wakri, warga Desa Tawangargo,
5. Mahendra Feri, warga Dusun Gintung, dan
6. Alverta Shenazia Arvisa Vindra, warga Dusun Gintung.
Dream - Banjir bandang melanda Kota Batu, Jawa Timur, pada Kamis sore, 4 November 2021. Air bah yang datang akibat hujan lebat yang turun menyebabkan sedikitnya 12 orang menjadi korban dalam bencana ini.
BPBD Kota Batu melaporkan dua orang dari 12 korban dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan enam orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan empat lainnya dinyatakan hilang.
" Jumlah korban akan terus kami update dan saat ini masih dalam proses pencarian," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.
Banjir ini menimbulkan kerusakan pada 21 rumah penduduk. Selain itu, 27 motor dan 3 mobil rusak, serta puluhan hewan ternak warga hanyut.
Dalam catatan BPBD Kota Batu, banjir terjadi di enam titik yaitu Dusun Sambong dan Dusun Beru di Desa Bulukerto. Empat titik lainnya di Desa Sumberbrantas dan Dusun Gemulo, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, juga di Jalan Raya Selecta, Desa Tulungrejo dan Jalan Raya Dieng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.
" Sampai saat ini masih dilakukan penanganan dan evakuasi korban terdampak bencana," kata Rochim, dikutip dari Liputan6.com.
Berikut identitas para korban
Meninggal
1. Wiji, warga RT/RW 06/04, Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.
2. Ditemukan di Dusun Beru namun identitas belum diketahui.
Hilang dan dalam pencarian
1. Sarip, warga RT/RW 06/04 Dusun Sambong.
2. Tokip, warga RT/RW 06/04 Dusun Sambong.
3. Adi Wibowo, warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu,
4. Wakri, warga Dusun Sabrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.
Selamat
1. Bayu Agung Setiawan, warga Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan,
2. Saiful, warga Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan.
Korban luka
1. Fainis, warga Sumbersari,
2. Linda Ariesta, warga Dusun Kajar, Bumiaji,
3. Muhoratul Jannah, warga Jalan Samadi, Kota Batu
4. M Arif, warga LA Sucipto, Kota Malang,
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya