Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Instagram @bnpb_indonesia
DREAM.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan update terbaru korban banjir Pulau Sumatera. Hingga Jumat, 5 Desember 2025, korban meninggal dunia mencapai 846 jiwa. Kemudian korban hilang sebanyak 547 jiwa dan 2,7 ribu jiwa terluka.
Secara rinci, korban meninggal dunia terbanyak di Provinsi Aceh sebanyak 325 jiwa, Sumatera Utara 311 orang meninggal dunia dan Sumatera Barat sebanyak 210 jiwa.
Tercatat, sebanyak 10,9 ribu rumah rusak akibat banjir yang terjadi sejak akhir November itu. Kemudian fasilitas yang rusak terdiri 536 fasilitas umum, 185 rumah ibadah, 25 fasilitas kesehatan, 115 gedung atau kantor, 326 fasilitas pendidikan, hingga 295 jembatan rusak.
Selama lebih dari seminggu setelah bencana, sejumlah tokoh publik telah berkunjung ke lokasi, termasuk Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Kamis, 4 Desember 2025.

Didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan banjir, termasuk pendataan kerusakan, penyediaan logistik, dan penyiapan rencana pemulihan jangka panjang.
Untuk jaringan komunikasi wilayah Aceh Singkil saat ini sudah dapat berkomunikasi dengan jaringan provider seluler.
Wapres juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT BSI dan PT Pupuk Indonesia (Persero), anak tertua Joko Widodo ini menyambut baik langkah cepat BUMN dan menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha merupakan bagian penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat.
Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga terdampak, sekaligus memperkuat dukungan logistik bagi mereka yang masih membutuhkan.
masyarakat yang terdampak bencana dan masih dalam masa pemulihan.
BNPB juga berkomitmen untuk terus berupaya memberikan upaya percepatan dalam penanganan darurat di Provinsi Aceh. Distribusi logistik melalui jalur darat, laut dan udara terus dimaksimalkan.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu