Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sidang Bharada Richard Eliezer. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
Dream - Vera Simanjuntak mengaku melakukan komunikasi terakhir dengan sang kekasih, Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, pada 7 Juli 2022, sehari sebelum pembunuhan di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Saat itu, sesuai cerita keterangan pengacara keluarga Sambo dan Putri, Brigadir J berada di Magelang. Vera mendapat telepon pertama sekitar pukul 20.00 WIB namun tidak sempat mengangkat.
" Saya mendapat panggilan tak terjawab, kemudian saya telepon lagi lalu terputus," kata Vera saat bersaksi untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 2 November 2022.
Beberapa saat setelah panggilan yang terputus itu, Vera kembali mendapat empat panggilan tak terjawab dari nomor Brigadir J. Anehnya, dia tak mendengar deringan ponsel.
" Terus tiba-tiba langsung terdaftar ada empat panggilan tak terjawab. Padahal tidak masuk telepon itu, tapi tiba-tiba terdaftar," beber Vera.
Setengah jam kemudian, sekitar pukul 20.30 WIB, Brigadir J kembali menghubungi Vera. Brigadir J menanyakan keberadaan Vera.
" Setelah itu dia menelepon lagi setengah 9 malam, saya angkat. Dia bilang, 'lagi di mana dek?" Vera menirukan Brigadir J.
Vera kemudian mendengar sayup-sayup ucapan 'kurang ajar'. Penasaran, Vera mencari tempat aman agar bisa bertanya lebih jelas siapa yang dimaksud kurang ajar.
" Selanjutnya saya tanya lagi, kenapa tadi bang? Kurang ajar. Kurang ajar gimana? Sakit apa? Enggak tahu saya. Terus aku diancam, diancam gimana? Siapa yang ngancam? Skuad-skuad di sini. Emang abang ngapain ibu? Emang abang ada pukul ibu?" kata Vera, menceritakan perbincangannya dengan Brigadir J saat itu.
Merasa ada yang tidak beres, Vera hanya berpesan pada Brigadir J agar tidak takut jika tidak bersalah.
" Saya tanya seperti itu karena tidak masuk akal yang mulia. Dia bilang, ya enggaklah dek. Kalau abang enggak salah, ya abang jangan takut. Bilang aja kalau abang enggak ngapa-ngapain ibu," tutur Vera. (merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya