Subscriber Youtube Tembus 1,5 Juta, Jokowi Pamer Video Ini

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 23 Agustus 2019 17:12
Subscriber Youtube Tembus 1,5 Juta, Jokowi Pamer Video Ini
Jokowi membagikan cuplikan video vlog saat berkeliling Indonesia dan lawatan luar negeri.

Dream - Seperti para Youtuber, subscriber akun Youtube Jokowi terus tumbuh. Setelah empat tahun aktif, kini akun Youtube presiden bernama lengkap Joko Widodo ini sudah menembus 1,5 juta.

" Sekitan tahun hadir, kini bersama 1,5 juta subscribers. Terima kasih telah menonton, berkomentar, memberi kritik, saran, dan inspirasi, melanglang buana dan berbagai pelosok Nusantara bersama saya," tulis Jokowi, Jumat 23 Agustus 2019.

Dalam video berdurasi dua menit 46 detik. Video itu dibuka dengan gaya vlog Jokowi bersama para tokoh nasional dan dari negara lain.

Salah satu potongan video menampilkan gaya Jokowi nge-vlog bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz; serta dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.

Ada pula cuplikan yang menampilkan Jokowi bersama Presiden Prancis, Justin Trudeau; Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq; dan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad.

Jokowi juga membagikan vlog saat berada di Bali, Raja Ampat, hingga saat berlatih tinju. Video tersebut ditutup dengan komentar warganet mengenai Jokowi. " Kerja keras!" kata Jokowi.

Bagaimana video terima kasih tersebut, cek di halaman ini:

1 dari 6 halaman

Ini Videonya

2 dari 6 halaman

Sah! Ini Mobil Dinas Anyar Menteri Baru Jokowi

Dream - Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) membenarkan pengadaan kendaraan dinas baru untuk para menteri kabinet kerja baru. Mobil dinas itu juga disediakan untuk pejaat setingkat menteri, ketua/wakil ketua MPR, DPR, dan DPD.

Dari hasil tender umum didapat pemenang PT Astra International Tbk-TSO. Mobil dinas para menteri/pejabat setingkat menteri serta pimpinan lembaga tinggi adalah Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sebagai pengganti Toyota Crown Royal Saloon

Pemerintah beralasan pengadaan mobil dinas baru tersebut dilakukan karena kendaraan lama telah berusia lebih dari 10 tahun. Pengadaan terakhir dilakukan pada 2005 dan 2009.

“ Sebagian besar saat ini kondisinya sering mengalami kerusakan dan tidak efisien, serta tidak layak untuk dipergunakan bagi pejabat negara,” kata Asisten Deputi Humas Kemensetneg, Eddy Cahyono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Eddy, selama ini perawatan mobil dinas yang sudah lama digunakan menghabiskan biaya cukup tinggi. Peremajaan mobil dinas juga dilakukan dengan pertimbangan faktor keamanan dan keandalan.

Pengadaan mobil dinar menteri dan pejabat setingkat menteri ini dilakukan dengan menggunakan anggaran yang tersedia. Khusus untuk dua kendaraan VVIP Kepresidenan, Kemensetneg mengadakannya lewat sistem penunjukan langsung karena pertimbangan keamanan.

Sedangkan 101 unit kendaraan bagi para anggota kabinet 2019-2024 dan pejabat setingkat menteri, serta pimpinan lembaga negara, dilakukan melalui Sistem Tender Umum.

3 dari 6 halaman

Sosok Pangeran Abu Dhabi yang Hadiahi Jokowi Masjid

Dream - Presiden Joko Widodo mendapat hadiah masjid dari Putra Mahkota Abu Dhabi, Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyad. Hadiah itu diberikan saat Mohammed berkunjunh ke Indonesia Juli 2019.

Dilaporkan Liputan6.com, masjid tersebut rencananya akan dibangun di Surakarta, Jawa Tengah. Pemerintah Indonesia dan Uni Emirate Arab (UEA) telah meninjau lahan yang akan digunakan untuk masjid tersebut.

" Iya, saya sudah meninjau lokasi masjid di Solo, bersama Menteri Energi UEA (Suhail Al Mazrroui) dan Dubes UEA untuk Indonesia (Mohammed Abdulla Al Ghfeli)" kata Tenaga Ahli Madya Kedeputiaan V Kantor Staf Presiden, Munajat, Rabu, 21 Agustus 2019.

Munajat mengatakan, lahan untuk bangunan masjid tersebut belum ditentukan. Sebab, Putra Mahkota UEA ingin bangunan masjid yang megah.

" Ada beberapa lahan yang sudah dilihat. Tanahnya kan harus wakaf atau milik Pemkot. Jadi begitu tanah beres, akan langsung dibangun masjid," kata dia.

4 dari 6 halaman

Biaya Ditanggung UEA

Munajar menyebut, anggaran dan desain masjid di Surakarta itu akan ditanggung pemerintah UEA. Desain masjid ini nantinya akan melambangkan persahabatan dua negara.

Mohammed merupakan putra ketiga dari almarhum Zayed bin Sultan Al Nahyan yang merupakan Presiden pertama Uni Emirate Arab (UEA). Selain itu, ayahnya juga merupakan penguasa Abu Dhabi.

Mohammed kini memangku jabatan penting di UEA. Pria kelahiran 11 Maret 1961 itu merupakan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirate Arab.

Hubungan Presiden Jokowi dan Syekh Mohammed terbilang sangat dekat layaknya seorang sahabat.

Saat Mohammed berkunjung ke Indonesia, Jokowi secara langsung menjemputnya ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten.

Saat Jokowi berkunjung ke UEA 2015 silam, Mohammed juga menjemput mantan Wali Kota Solo itu di Bandara. Bahkan, Mohammed juga menyopiri Jokowi.

(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

5 dari 6 halaman

Iri Tertinggal dari UEA, Jokowi: Dulu Mereka Naik Unta Kita Sudah Holden

Dream - Presiden Joko Widodo masih kagum dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi Uni Emirat Arab yang melampaui Indonesia. Padahal di tahun 60-an, negara Gurun itu kalah dibandingkan Indonesia.

Kekaguman tersebut disampaikan Jokowi, nama sapaan presiden, saat memberikan sambutan Pembukaan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tahun 2019 di Bali, Selasa, 21 Agustus 2019, malam.

“ Beliau menyampaikan pada saya, Presiden Jokowi, tahun 60 kami dari Dubai ke Abu Dhabi itu masih naik onta,” ujar Jokowi menirukan jawaban Sheikh Muhammad dari UEA.

Masih menurut Shekh Muhammad, lanjut Jokowi, Indonesia saat itu sudah bisa mengendarai mobil Holden dan Impala.

Kemajuan mulai terlihat dari tahun 1970. Warga di Dubai yang akan ke Abu Dhabi mulai menaiki truk dan pickup. Lagi-lagi Indonesia selangkah lebih jauh dengan mulai banyak menggunakan mobil Toyota Kijang.

6 dari 6 halaman

Indonesia Mulai Tertinggal di Era 1980

Namun menginjak tahun 1980-1985, UEA justru melompat lebih jauh dibandingkan Indonesia. " Di sana sudah melompat semuanya, kita masih naik Kijang," ujarnya.

Melihat perkembangan cepat UEA, Jokowi menilai keunggulan negara tersebut terletak pada kecepatan. Di masa depan, tidak akan ada lagi anggapan negara besar menguasi negara kecil atau negara kaya menguasi negara miskin

" Tetapi negara cepat akan menguasai negara yang lambat," ujarnya.

Presiden mencontohkan Indonesia saat ini terlalu banyak memiliki aturan yang justru menjerat diri sendiri.

" Yang buat kita sendiri, yang bingung kita sendiri, yang nggak bisa cepat juga kita sendiri,” kata Presiden.

Jokowi berharap ke depan Indonesia seharusnya tidak perlu terlalu banyak memiliki Undang-Undang (UU). Akan lebih baik jika Indonesia memiliki sedikit UU namun kualitasnya sangat baik.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie