Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Donald Trump Diisukan Lahir Di Pakistan Dengan Nama Kecil Dawood Ibrahim Khan (Foto: Mirror.co.uk)
Dream - Kontroversi terus menyerang Donald Trump, pengusaha superkaya yang sekarang menjadi presiden terpilih Amerika Serikat.
Kali ini ada selentingan muncul jika Trump sebenarnya lahir di Pakistan dan dibesarkan sebagai Muslim. Berita yang sudah beredar luas di media sosial dan menjadi viral itu tentu mengejutkan.
Masalahnya, selama kampanyenya, Trump justru bersikap anti-imigran dan anti-Islam.
Meski belum bisa dipastikan kebenarannya, ribuan pengguna media sosial dalam beberapa hari ini menuding Trump sebenarnya orang Pakistan. Dia bukan orang Amerika karena lahir di Shawal, Waziristan Utara pada tahun 1946.
© Dream
Namanya juga bukan Donald Trump tapi Dawood Ibrahim Khan.
Untuk memperkuat klaimnya, mereka bahkan memajang foto seorang anak laki-laki berambut pirang yang diambil pada awal tahun 1950-an sebagai bukti Trump orang Pakistan.
Disebutkan Trump alias Khan dididik di madrasah sampai kecelakaan mobil menewaskan orang tuanya pada tahun 1954.
© Dream
Dia kemudian diangkat anak oleh seorang pensiunan kapten Angkatan Darat Inggris, yang membawanya ke London. Hingga akhirnya dia diadopsi oleh keluarga Trump pada tahun 1955.
Berita menggemparkan ini awalnya disiarkan oleh Neo News yang berbagi kisah ini bersama postingan lainnya di media sosial. Dalam postingan itu, penyiar Neo News menulis, " Percaya atau tidak, calon presiden Donald Trump lahir di Pakistan, bukan di Amerika."
Jika pernyataan itu benar maka Trump (70) tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden Amerika Serikat. Itu karena Konstitusi AS menyatakan bahwa pemimpin bangsa haruslah warga negara yang lahir di Amerika.
Selama kampanye Trump dikecam karena berulang kali mengatakan bahwa Presiden Barack Obama bukan warga negara AS meskipun dia lahir di Hawaii dengan ayah dari Kenya.
Setelah terus menyerukan agar Obama menunjukkan akte kelahirannya, kini tampaknya hal yang sama berlaku kepadanya. Ribuan orang di media sosial mendesak Trump untuk melakukan hal yang sama. Mereka juga ingin agar Trump melakukan tes DNA.
Waziristan Utara adalah wilayah yang terkenal dengan militansi Islamnya, dan merupakan tempat bagi kelompok-kelompok radikal seperti Al-Qaida dan Taliban.
Teori asal-usul Trump yang aneh itu menyebar setelah presiden AS tersebut dan pemimpin Rusia, Vladimir Putin, berjanji akan bekerja sama dalam membasmi kelompok teror ISIS minggu ini.
(Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa