Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Bangun di malam hari kadang dialami seseorang. Padahal, orang yang bersangkutan ingin tidur cukup dan tidak berencana bangun di malam hari.
Tidur cukup merupakan jalan mengembalikan tubuh dalam kondisi prima usai kelelahan akibat beraktivitas. Dalam dunia medis, waktu tidur yang cukup yaitu 8 jam sehari.
Tetapi, terkadang orang mengalami susah tidur karena terlalu lelah. Ketika tidur, tiba-tiba mereka terbangun tanpa sebab.
Banyak orang kemudian kesulitan untuk tidur lagi. Padahal, pagi masih lama sementara mereka butuh kondisi tubuh yang segar.
Dikutip dari Islami.co, Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar An Nawawi memberikan saran bagi orang yang terbangun di malam hari tanpa sengaja.
Saran tersebut dikutip dari hadis Rasulullah Muhammad SAW diriwayatkan Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah RA.
Rasulullah SAW bersabda, " Jika salah satu dari kalian terbangun di malam hari, kemudian ingin tidur kembali, maka kibaskanlah pertengahan sarung kalian tiga kali, karena tidak diketahui apa yang berada di balik sarungmu. Setelah berbaring, bacalah doa berikut, 'Bismikallahumma wadha'tu janbi, wa bika arfauhu. In amsakta nafsi farhamha, wa in radadtaha fahfadzha bima tahfadzu bihi ibadakas shalihin (Dengan nama-Mu ya Allah aku letakkan lambungku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya, jika Engkau cabut nyawaku (ketika tidur), maka ampunilah. Jika Engkau membiarkannya, maka jagalah nyawaku sebagaimana Engkau menjaga nyawa hamba-hamba-Mu yang sholeh)."
Hadis yang dikutip Imam An Nawawi menjelaskan dua hal yang dianjurkan dilakukan apabila seseorang terbangun di malam hari.
Amalan pertama yaitu mengibaskan ujung tengah sarung atau bawahan sebanyak tiga kali. Ini dimaksudkan untuk mencegah adanya bahaya seperti adanya hewan berbahaya masuk ke dalam sarung.
Makna lain dari mengibaskan bagian tengah sarung yaitu membersihkan tempat tidur. Ini agar tidur kita aman dari bahaya apapun.
Sedangkan amalan kedua yaitu membaca doa ini ketika hendak tidur kembali.

Bismikallahumma wadha’tu janbi, wa bika arfauhu. In amsakta nafsi farhamha, wa in radadtaha fahfadzha bima tahfadzu bihi ibadakas shalihin..
Artinya,
" Dengan nama-Mu ya Allah aku letakkan lambungku, dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya, jika Engkau cabut nyawaku (ketika tidur), maka ampunilah. Jika Engkau membiarkannya, maka jagalah nyawaku sebagaimana Engkau menjaga nyawa hamba-hamba-Mu yang sholeh."
(ism, Sumber: Islami.co)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya