Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi Musim Kemarau. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Dream - Kemarau di beberapa wilayah di Pulau Jawa akan lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini disebabkan karena El Nino.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan, El Nino merupakan fenomena di saat permukaan air laut di perairan Indonesia lebih rendah dari biasanya.
Sementara itu, di bagian utara, suhu permukaan Samudera Pasifik lebih hangat dari kondisi normalnya.
" Musim hujan mundur karena El Nino itu fenomena air laut di Indonesia lebih dingin daripada normalnya. Sementara di Samudera Pasifik permukaan air laut lebih hangat," ujar Rendy, dikutip dari Liputan6.com, Selasa, 16 Oktober 2018.
Dengan kondisi semacam ini, diprediksi musim hujan di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah diprediksi mundur. Musim hujan diprediksi mundur dua dan tiga dasarian. Satu dasarian yaitu 10 hari.
Beberapa wilayah di Jawa Tengah yang terdampak El Nino dengan masa waktu dua dasarian antara lain, Kota Surakarta, sebagian besar Klaten, Sukoharjo, sebagian Cilacap, Banyumas, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang.
Kemudian, Karanganyar, Wonogiri, Brebes, Tegal Selatan, barat daya Sragen dan Pemalang, sebagian Temanggung utara, dan sebagian kecil Kendal, Semarang, dan Boyolali.
Adapun yang mundur tiga dasarian alias sebulan yaitu Grobogan, Blora, Kota Magelang, sebagian Batang, Kendal, Sragen, Magelang, Cilacap, Pati, dan Kota Semarang. Kemudian, sebagian Rembang selatan, sebagian kecil Brebes, Pemalang, Pekalongan, dan Temanggung.
Rendy mengemukakan, akibat fenomena El Nino, curah hujan sepanjang 2018 di sejumlah wilayah di Jawa Tengah juga di bawah normal. Di antaranya, sebagian wilayah Cilacap, Jepara, Grobogan, Sragen, Boyolali, Kebumen dan Wonogiri.
El Nino berbanding terbalik dengan La Nina. Fenomena La Nina membawa musim kemarau basah.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Ridlo)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?