Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Ayah Membuang Bayi (Foto: Qiaotou Police)
Dream – Seorang bayi perempuan dengan tali pusar yang masih utuh, dibuang orangtuanya di samping tempat sampah. Aksi itu terekam oleh kamera CCTV di lingkungan itu.
Peristiwa yang terjadi di Dongguan, China ini pun menarik perhatian warga sekitar. Bayi perempuan malang itu dibuang karena orangtuanya menginginkan seorang anak laki-laki.
Polisi Dongguan pun merilis pernyataan melalui platform media sosial China, WeChat. Mereka mengonfirmasi bahwa kepolisian telah berhasil mengindentifikasi pria tersebut.
“ Diketahui bahwa pada pukul 01.00 waktu setempat, tanggal 29 Juli 2020, Li (21 tahun) melahirkan bayi perempuan di rumah kontrakan mereka, dan ia berdiskusi bersama suamianya, Zhang (24 tahun) untuk membuang bayi perempuan mereka, karena tidak ingin memiliki anak perempuan lagi. Dan mereka sepakat untuk membuangnya ke tempat sampah di Komunitas Dazhou,” tulis pihak kepolisan.

Setelah Zhang dan Li di introgasi, keduanya pun mengakui perbuatannya. Karena telah melakukan tindakan kejahatan.
Mereka mengatakan bahwa mereka memilih untuk membuang bayi mereka karena tidak mampu membesarkan ketiga anaknya sekaligus.
Keduanya pun ditahan atas tuduhan penelantaran anak. Zhang sendiri telah ditahan, sementara Li sudah dibebaskan dengan jaminan hingga persidangan digelar.

Di dalam kultur masyarakat Tionghoa, anak laki-laki lebih dihargai. Karena mereka dianggap meneruskan nama keluarga. Jumlah laki-laki di sana terbilang cukup sedikit.
Khususnya di Dongguan, jumlah wanita melebihi jumlah laki-laki. Sehinga banyak dari para lekaki memiliki lebih dari satu orang kekasih. Dan hal itu merupakan hal yang wajar.
Pusat industri di Tiongkok Selatan dipenuhi para pekerja pabrik wanita. Dan banyak dari mereka yang membiayai pengeluaran pasangan lelakinya. Dengan tujuan untuk mempertahankan hubungan mereka.
Seorang lelaki lokal bernama Li Bin mengaku memiliki tiga pacar yang kesemuanya bekerja di pabrik.
“ Mereka semua saling kenal. Dan mereka saling setuju untuk berbagi kekasih,” ungkap Li Bin.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya