Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Sumber: Odditycentral.com
Dream - Berhati-hatilah saat bernyanyi. Jangan berteriak terlalu kencang, sebab bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa kalian.
Peristiwa nahas yang menimpa pemuda 19 tahun asal Senzhen, China, ini bisa jadi pelajaran buat kita semua. Hidup pemuda yang tak disebutkan namanya itu nyaris berakhir gegara berteriak terlalu kencang saat melihat konser.
Menurut laman odditycentral.com, pemuda itu mengalami pneumotoraks, juga dikenal sebagai 'paru-paru yang kolaps', akibat berteriak keras saat menonton konser grup musik idolanya.
Menurut laporan, remaja itu berteriak dengan antusias selama band favoritnya tampil, namun seketika ia merasakan sakit yang tajam di bagian dadanya. Lalu ia mulai mengalami kesulitan bernapas tak lama kemudian pingsan.
Pemuda itu segera dilarikan ke gawat darurat rumah sakit Shenzhen. Dokter menyimpulkan bahwa ia menderita pecah alveolar di salah satu paru-parunya karena berteriak dengan kekuatan berlebihan selama konser.
Pneumotoraks merupakan kumpulan udara abnormal di ruang pleura antara paru-paru dan dinding dada. Hal ini terjadi karena cedera dada tumpul atau tembus, kerusakan akibat penyakit paru-paru yang mendasarinya, atau ruptur alveolar karena tekanan yang tiba-tiba atau berat.
Diduga, yang menjadi penyebab kasus pemuda Tionghoa itu, karena ia mengaku berteriak sepuasnya selama konser.
Meski kondisi pemuda itu cukup serius, dokter berhasil menghilangkan kelebihan udara dan mengurangi tekanan pada paru-parunya yang kolaps. Dikabarkan bahwa kini pemuda itu sedang dalam perjalanan menuju pemulihan penuh.

Rupanya, insiden ini bukan pertama kalinya seorang penggemar mengalami kolaps paru-paru saat konser. Pada tahun 2017 silam, media Barat melaporkan kasus aneh seorang wanita muda yang menderita pneumotoraks karena berteriak saat konser One Direction.
Tak hanya sedang konser, rusaknya paru-paru akibat berteriak terlalu kencang juga pernah terjadi secara tak terduga saat seseorang melakukan aktivitas umum. Seperti sedang karaoke, bahkan melakukan peregangan pagi seperti biasa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam