Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Hemolacria (Shutterstock)
Dream - Seorang gadis cilik berusia 11 tahun di India harus menjalani kehidupan dengan kondisi mata yang tak dialami banyak orang. Gadis itu saban hari mengeluhkan matanya yang sering meneteskan darah setiap hari. Ya, bukan tetesan air mata tapi darah.
Prihatin dengan kondisi putrinya, sang ibu akhirnya mendatangi sebuah klinik untuk mengetahui penyakit yang dikeluhkan buah hatinya tersebut.
Ibunya menceritakan anaknya menderita penyakit langka yang membuatnya meneteskan darah dar matanya. Darah tersebut terus mengucur dalam waktu beberapa menit dan terjadi berulang kali dalam sehari.

Menurut sang ibu, meskipun darah mengalir dari mata sang gadis, ia tak merasakan sakit. Bahkan kejadian tersebut bisa terjadi dalam dua atau tiga kali dalam sehari.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata gadis itu menderita hemolacria yakni suatu kondisi langka di mana darah terdapat dalam air mata.
Kasus ini telah didokumentasikan dalam The BMJ, jurnal medis peer-review mingguan, yang mengatakan penyakit ini jarang terjadi, tetapi ada banyak contoh yang didokumentasikan sepanjang sejarah.
Ibu yang tidak disebutkan namanya dilaporkan memberi tahu staf tentang bagaimana peristiwa itu membuat mereka merasa takut dan khawatir.
“ Saya takut dengan kesehatan anak saya. Darah yang keluar dari matanya mengerikan,” katanya dikutip Daily Star.
" Aku harap tidak akan ada kejadian serupa di masa depan."
Para ahli di klinik tidak mengetahui penyebab kondisi tersebut dan terus mengamatinya selama beberapa hari.
Ini umumnya dianggap tidak berbahaya, meskipun mungkin dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan karena sifat aneh dari kondisi tersebut. Hal ini tidak bisa diketahui secara pasti lantaran terbatasnya literatur yang ada.
" Haemolacria adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya darah dalam air mata," kata BMJ.
“ Haemolacria pertama kali disebutkan dalam buku medis ilmiah, Aetius dari Amida, pada abad keenam,” tambahnya.
“ Satu milenium kemudian, pada abad ke-16, ada seorang biarawati yang mengalami perdarahan auricular dan okular setiap bulan alih-alih menstruasi, dikutip oleh Brassavola.
Dijelaskan pada tahun 1581, seorang gadis berusia 16 tahun dikutip oleh Dondonaeus yang memiliki tetesan air mata berdarah alih-alih keluarnya menstruasi.
Haemolacria adalah kondisi yang jinak dan sembuh dengan sendiri.
(Sah, Sumber: Dailystar)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya