Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Kisah Petugas KPK Mendapat Teror Mistis Saat Bertugas Di Jatiluhur. (Foto Ilustrasi: Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Dream - Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan untuk tahun 2019.
Selain masalah pemberantasan kasus korupsi, laporan itu juga menceritakan ancaman yang diterima petugas KPK selama menjalankan misinya.
Ternyata, menjalankan misi pemberantasan tindak pidana korupsi tidak mudah dan penuh dengan risiko. Selain ancaman fisik, petugas KPK juga mengalami teror mistis.
Koordinator Wilayah (Korwil) II KPK, Dian Patria, menerima ancaman saat bertugas melakukan pemantauan di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat pada tahun 2017.
Dalam laporan disebutkan selama perjalanannya ke Jatiluhur, tim Korwil yang dipimpin Dian tidak henti-hentinya mendapat teror, intimidasi, dan ancaman.
" Ancaman fisik dari kelompok preman, bahkan hingga ancaman berbau mistis juga ditemui," demikian bunyi laporan tahunan KPK, Senin 27 Juli 2020.
Menurut laporan tersebut, ancaman yang dilontarkan itu sampai membuat Dian celaka. Dian sesak napas setelah melakukan pemantauan di Jatiluhur.
Meski begitu, Dian tetap melanjutkan tugasnya. Dian bahkan mengunjungi daerah Kalimantan Timur untuk melakukan peninjauan.
" Mengunjungi daerah Kalimantan Timur untuk melakukan peninjauan ke sejumlah area tambang yang memiliki IUP non-'clear and clean' dan habis masa berlakunya," tulis KPK.
Di sela-sela tugasnya di Kaltim, Dian sempat berobat ke dokter di rumah sakit setempat. Dokter mengatakan ada cairan di jantung dan paru-paru Dian.
Akibatnya, Dian harus menjalani rawat inap di ruang ICU selama dua pekan dan bertahan dengan bantuan ventilator.
Anehnya, dari sejumlah dokter yang menangani Dian, tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan penyakit di tubuhnya itu.
Namun, KPK menyatakan bahwa setiap tantangan dan ancaman dalam bentuk apa pun tak akan mengurangi niat para petugas dalam memberantas tindak pidana korupsi.
" Semua tantangan dan ancaman akan tegar dihadapi, demi mendorong perbaikan di seluruh pelosok negeri," tulis KPK.
KPK akan terus berusaha menutup celah korupsi sekecil apapun, hingga mewujudkan Indonesia yang sejahtera tanpa korupsi.
Sumber: Liputan6
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?