Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Anjing Pelacak Dilatih Mengendus 4.000 Orang Yang Diduga Terinfeksi Virus Corona Dalam Sehari. (Foto: Freepik.com)
Dream - Tak hanya sekadar menemani, keberadaan anjing juga sering digunakan sebagai penjaga keamanan maupun berburu. Salah satunya oleh anggota kepolisian.
Di kepolisian, anjing dilatih dan ditempatkan dalam kesatuan khusus untuk membantu dalam melakukan tugas yang tak bisa dilakukan manusia.
Berbagai kasus kejahatan bisa dituntaskan berkat bantuan anjing. Misalnya melacak tersangka atau orang hilang dan mendeteksi bahan peledak atau narkoba.
Namun di tengah meningkatnya kasus penularan Covid-19, kepolisian Lebanon melatih anjing pelacak untuk mendeteksi bau virus corona dalam keringat manusia.
Lebanon mengikuti langkah sejumlah negara yang memanfaatkan ketajaman daya penciuman anjing yang tajam untuk mengendus virus corona penyebab Covd-19.
Sebelumnya, beberapa negara seperti Jerman, Finlandia, Chili, dan Uni Emirat Arab menggunakan anjing untuk mendeteksi virus corona.
Dalam sebuah studi oleh UEA telah menunjukkan tingkat akurasi daya cium anjing terhadap virus corona telah mencapai 92 persen.
Anjing-anjing di Lebanon dilatih di barak Pasukan Keamanan Internal di kota Aramoun di selatan Beirut, para pejabat mengumumkan pada Rabu pekan lalu.
Sedangkan menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, program pelatihan anjing untuk mendeteksi virus corona itu 'sangat mendesak untuk dilakukan'.
Penggunaan anjing untuk mendeteksi virus corona di keringat manusia ini merupakan hasil studi ahli bedah Lebanon, Riad Sarkis.
Sebelumnya, Sarkis bekerja sama dengan tim Prancis yang dipimpin oleh Profesor Dominique Grandjean dari National Veterinary School Alfort di Prancis. Pengujian dilakukan di kedua negara.
Pengujian melibatkan delapan anjing - yang awalnya dilatih sebagai pendeteksi bahan peledak dan kanker usus. Mereka telah dilatih untuk mengenali bau sampel keringat dari orang-orang yang telah dites positif Covid-19.
Grandjean mencatat bahwa dua anjing yang dilatih khusus akan memiliki kemampuan untuk mengendus sekitar 4.000 orang per hari.
" Melalui eksperimen ini, kami akan menyediakan teknologi tambahan untuk melindungi masyarakat kami dari setiap kedatangan, pengunjung, atau penduduk yang mungkin terinfeksi virus corona," kata Hassan.
Para peneliti menjalankan 232 percobaan menggunakan 33 sampel positif di Prancis dan 136 percobaan menggunakan 68 sampel positif di Lebanon.
Hasilnya, empat anjing memiliki tingkat keberhasilan 100 persen dalam mengidentifikasi sampel positif. Sementara yang lainnya antara 83 dan 94 persen.
" Di banyak negara, tes diagnostik masih dianggap kurang efektif dalam menemukan orang yang terinfeksi virus corona. Jadi, kami mengeksplorasi kemungkinan memperkenalkan deteksi olfaktif anjing sebagai 'alat' yang cepat, andal, dan murah," tulis para peneliti.
Sumber: Al Arabiya English
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam