Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Akurasi 92%, Negara Ini Pakai Anjing Pelacak Deteksi Pasien Corona

Reporter : Sugiono
Selasa, 28 Juli 2020 18:01
Akurasi 92%, Negara Ini Pakai Anjing Pelacak Deteksi Pasien Corona
Dengan akurasi hingga 100 persen, anjing-anjing itu dilatih mengendus bau virus corona pada keringat manusia.

Dream - Tak hanya sekadar menemani, keberadaan anjing juga sering digunakan sebagai penjaga keamanan maupun berburu. Salah satunya oleh anggota kepolisian.

Di kepolisian, anjing dilatih dan ditempatkan dalam kesatuan khusus untuk membantu dalam melakukan tugas yang tak bisa dilakukan manusia.

Berbagai kasus kejahatan bisa dituntaskan berkat bantuan anjing. Misalnya melacak tersangka atau orang hilang dan mendeteksi bahan peledak atau narkoba.

Namun di tengah meningkatnya kasus penularan Covid-19, kepolisian Lebanon melatih anjing pelacak untuk mendeteksi bau virus corona dalam keringat manusia.

1 dari 4 halaman

Akurasi Pendeteksiannya 92 Persen

Lebanon mengikuti langkah sejumlah negara yang memanfaatkan ketajaman daya penciuman anjing yang tajam untuk mengendus virus corona penyebab Covd-19.

Sebelumnya, beberapa negara seperti Jerman, Finlandia, Chili, dan Uni Emirat Arab menggunakan anjing untuk mendeteksi virus corona.

Dalam sebuah studi oleh UEA telah menunjukkan tingkat akurasi daya cium anjing terhadap virus corona telah mencapai 92 persen.

Anjing-anjing di Lebanon dilatih di barak Pasukan Keamanan Internal di kota Aramoun di selatan Beirut, para pejabat mengumumkan pada Rabu pekan lalu.

2 dari 4 halaman

Kenal Virus Corona dari Keringat Manusia

Sedangkan menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, program pelatihan anjing untuk mendeteksi virus corona itu 'sangat mendesak untuk dilakukan'.

Penggunaan anjing untuk mendeteksi virus corona di keringat manusia ini merupakan hasil studi ahli bedah Lebanon, Riad Sarkis.

Sebelumnya, Sarkis bekerja sama dengan tim Prancis yang dipimpin oleh Profesor Dominique Grandjean dari National Veterinary School Alfort di Prancis. Pengujian dilakukan di kedua negara.

Pengujian melibatkan delapan anjing - yang awalnya dilatih sebagai pendeteksi bahan peledak dan kanker usus. Mereka telah dilatih untuk mengenali bau sampel keringat dari orang-orang yang telah dites positif Covid-19.

3 dari 4 halaman

Mampu Mendeteksi 4.000 Orang per Hari

Grandjean mencatat bahwa dua anjing yang dilatih khusus akan memiliki kemampuan untuk mengendus sekitar 4.000 orang per hari.

" Melalui eksperimen ini, kami akan menyediakan teknologi tambahan untuk melindungi masyarakat kami dari setiap kedatangan, pengunjung, atau penduduk yang mungkin terinfeksi virus corona," kata Hassan.

4 dari 4 halaman

Alat Deteksi Virus Corona yang Lebih Cepat, Andal, dan Murah

Para peneliti menjalankan 232 percobaan menggunakan 33 sampel positif di Prancis dan 136 percobaan menggunakan 68 sampel positif di Lebanon.

Hasilnya, empat anjing memiliki tingkat keberhasilan 100 persen dalam mengidentifikasi sampel positif. Sementara yang lainnya antara 83 dan 94 persen.

" Di banyak negara, tes diagnostik masih dianggap kurang efektif dalam menemukan orang yang terinfeksi virus corona. Jadi, kami mengeksplorasi kemungkinan memperkenalkan deteksi olfaktif anjing sebagai 'alat' yang cepat, andal, dan murah," tulis para peneliti.

Sumber: Al Arabiya English

Beri Komentar