Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Warga Bengaluru Yang Digegerkan Dengan Informasi Kaburnya Ribuan Pasien Covid-19 (Foto: NDTV)
Dream – Sebanyak 3.338 pasien Covid-19 di Kota Bengaluru, India, kabur dari pengawasan pihak kesehatan. Padahal, kasus Covid-19 di wilayah itu sedang tinggi-tingginya.
Jelas saja informasi kaburnya ribuan pasien Covid-19 itu membuat banyak orang ketar-ketir. Menurut laman India Times, keradaan 3.338 pasien Covid-19 itu tidak dapat dilacak oleh pemerintah Bengaluru. Saat ini pencarian ribuan pasien yang kabur tersebut sedang gencar dilakukan.
Pejabat setempat, N Manjunath Prasad, mengatakan, sudah berhasil melacak beberapa pasien positif Covid-19 dengan bantuan pihak kepolisian. Sementara, kata dia, sebanyak 3.338 pasien masih belum ditemukan.
“ Beberapa pasien memberikan nomor ponsel dan alamat palsu saat tes. Lantas mereka kabur setelah dinyatakan positif,” jelas Manjunath Prasad.

Pemerintah saat ini sedang berupaya melacak aktivitas pasien. Namun mereka megaku tidak memiliki alat untuk melacak aktivitas pasien.
Sehingga pemerintah tidak bisa memastikan apakah ribuan pasien tersebut menjalani karantina atau malah berkeliaran bebas di masyarakat.
“ Kami harus memastikan bahwa semua orang yang terinfeksi virus harus bisa dilacak dan melakukan karantina. Kami telah memprioritaskan supaya mereka bisa dilacak dan diisolasi,” kata Wakil Ketua Karnataka, Ashwath Narayan.

Hampir setengah kasus pasien Covid-19 di Karnatakan berasala dari Bengaluru. Kota ini masih menjadi hospes bagi tumbuhnya virus corona Covid-19. Sebab setiap harinya mengalami peningkatan terbanyak jumlah kasus positif di India.
Per Sabtu, 25 Juli 2020 kota Bengaluru mengalami peningkatan kasus sebanyak 2.036 pasien Covid-19 baru.
Pemerintah akhirnya membatasi aktivitas masyarakat dengan menutup semua aktivitas kecuali pelayanan penting saja. Langkah ini diambil untuk mendanggulangi penyebaran virus yang tak terkendali.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam